Segala Kemuliaan Bagi Allah

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 14:1-20
“Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu….” (Kisah Para Rasul 14:15)

Salah satu godaan terbesar bagi para pelayan Tuhan adalah mencuri kemuliaan-Nya. Mereka melayani Tuhan, mengatas-namakan Tuhan, tetapi sayangnya seringkali tujuan dari pelayanan itu adalah untuk meninggikan diri sendiri. Hal ini bisa terjadi tanpa disadari, karena seringkali seorang pelayan Tuhan yang baik dan melakukan pelayanan dengan baik, mereka akan disanjung dan dihormati oleh manusia. Hal inilah yang akhirnya membawa sang pelayan tersebut lupa diri.

Dalam perikop yang kita baca, Paulus dan Barnabas memberikan sebuah teladan yang indah, bahwa sebagai seorang pelayan Tuhan tidak boleh mencuri kemuliaan Tuhan. Diceritakan dalam pelayanan mereka di Listra, Paulus menyembuhkan seorang yang lumpuh sejak lahir (ay. 8-10). Karena begitu takjubnya orang-orang akan mujizat yang dilakukan Paulus, mereka menganggap Paulus dan Barnabas sebagai Zeus dan Hermes, dewa yang sangat dihormati di bangsa Yunani (ay. 12). Bahkan dikatakan, para imam dari kuil dewa Zeus datang kepada Paulus membawa lembu-lembu jantan dan karangan bunga sebagai persembahan korban kepada Paulus dan Barnabas (ay. 13). Semua orang di Listra sudah menganggap mereka sebagai dewa. Namun, sungguh luar biasa respons Paulus dan Barnabas, mereka langsung mengoyakkan pakaian mereka dan menolak pujian yang diberikan orang-orang di Listra. Paulus menempatkan Allah pada posisi-Nya, bahwa Allah lah yang harusnya mereka sembah, mereka tinggikan; bukan Paulus atau Barnabas, bukan pula Zeus atau Hermes. Pada waktu itu, Paulus dan Barnabas bisa saja membiarkan orang-orang Listra meninggikan mereka sebagai allah, dan mencuri kemuliaan Allah. Tetapi mereka tidak melakukannya.

Sebagai pelayan-pelayan Tuhan, marilah kita mempunyai kerendahan hati, dan sikap yang “tau diri” bahwa kita adalah hamba, kita bukan Tuhan. Kemuliaan, pengagungan, dan kehormatan hanya kita tujukan kepada Allah, agar orang-orang pun mengerti bahwa yang harus mereka muliakan adalah Allah, dan bukan manusia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s