Yang Kuat menopang yang Lemah

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 15:1-21
“… Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.” (Kisah Para Rasul 15:12)

Perikop kita hari ini menceritakan tentang adanya sidang di Yerusalem yang membahas perbedaan pendapat dalam jemaat. Golongan Farisi yang bertobat (ay. 1-5), mengajarkan bahwa sunat mutlak harus dilakukan oleh orang-orang yang mau diselamatkan, baik itu Yahudi maupun non-Yahudi. Mereka masih berkeyakinan bahwa Yesus menganugerahkan keselamatan kepada orang percaya dengan cara menerapkan hukum sunat. Jadi, iman kepada Yesus tidaklah cukup bagi mereka. Hal ini kemudian membuat jemaat Antiokhia menjadi bingung dan timbul perselisihan, sebab Paulus dan Barnabas bersikeras bahwa orang yang bukan Yahudi tidaklah harus disunat, karena keselamatan adalah anugerah dalam iman kepada Yesus Kristus.

Persoalan ini dihadapi dengan sikap tegas oleh Petrus, Paulus dan Barnabas, bukan dengan emosional dan mendiskreditkan orang lain, tapi dengan kembali pada perkataan Yesus dan tanda-tanda yang sudah Tuhan lakukan bagi mereka dan orang-orang yang percaya saat Pentakosta. Mereka menggunakan hal ini sebagai kesempatan untuk memberitakan dan memperteguh iman jemaat dan sekaligus mengoreksi mereka yang keyakinannya masih campur aduk. Baik sekali jika kita bisa belajar seperti para Rasul, perselisihan yang terjadi karena perbedaan keyakinan dalam tubuh jemaat seharusnya membuat kita makin mengerti perkataan firman Tuhan dalam Alkitab, mampu menjelaskan dengan tegas dan berani, bukan menghakimi, tapi mengoreksi dengan kasih, bukan dengan pengetahuan dan nalar kita sendiri tapi kembali pada firman, apalagi dengan emosional, yang justru akan mempertajam perselisihan dalam tubuh jemaat.

Karena itu, dalam menghadapi perbedaan dengan saudara seiman, marilah kita berpegang pada kebenaran dan menyampaikannya dengan kasih. Dengan demikian kita tidak akan memicu perpecahan, tetapi dapat memberikan wawasan dan kesadaran kepada mereka yang lemah dan kurang dalam memahami kebenaran firman Tuhan, sehingga merekapun boleh mengerti kebenaran.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s