Iman Kristen dan Ancaman

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 19:21-40
“… apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa.” (Kisah Para Rasul 19:26)

Dalam perjalanan misinya yang ketiga (ps. 18:23-21:16), Paulus mengunjungi jemaat di banyak kota yang telah ia dirikan, seperti daerah Galatia dan Frigia (ps.18:23; psl.13-14; 16:6), kota Efesus, Troas, Filipi, Atena, Korintus, berbalik ke Miletus, ke Siprus dan akhirnya tiba Yerusalem, dengan penjara yang telah siap menantinya. Semangat Paulus untuk menyebarkan Injil ke seluruh pelosok bumi tidaklah kunjung padam, walaupun ia harus menghadapi banyak kesulitan; demikian juga perhatiannya yang besar terhadap jemaat yang telah ia dirikan, menjadi teladan yang luar biasa dari seorang gembala. Hidup yang sepenuhnya didedikasikan bagi perluasan Injil Tuhan dari Paulus ini, telah menjadikan Kekristenan berkembang ke seluruh dunia. Namun semuanya itu bukan tanpa tantangan.

Pertama, perluasan pemberitaan Injil Tuhan yang dilakukan Paulus ke kota Efesus dipandang sebagai ancaman bagi penyembah-penyembah berhala.

Paulus dan para pemberita Injil lain sudah menarik orang banyak untuk tidak lagi menyembah dewi Artemis; dengan demikian ini merugikan para tukang perak yang bekerja bagi kuil-kuilan dewi Artemis. Itu sebabnya mereka tidak menyukai Paulus (ps. 19:24-25).

Kedua, mereka menganiaya pemberita Injil: Orang banyak main hakim sendiri di bawah kuasa kebencian.

Tuduhan itu dirancang Demetrius, dan dibuat untuk memanas-manasi orang banyak, dan berhasil seperti yang diinginkan. Kisah 19:28 mengatakan, “Meluaplah amarah mereka”, mereka penuh amarah dan kegeraman, itulah arti kata itu. Para pengrajin menjadi amat marah ketika diberi tahu bahwa mata pencarian mereka dan berhala mereka, sama-sama dalam bahaya. Mereka menyerang beberapa teman seperjalanan Paulus, yaitu Gayus dan Aristarkhus dan menyeret mereka ke dalam gedung kesenian (ps. 19:29), dengan maksud, melecehkan mereka, dan menjadikan mereka tontonan orang banyak.

Namun demikian Paulus dan rekan-rekannya tidak undur dari tugas pelayanan; mereka tetap bersemangat. Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s