Manfaat Ibadah

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 20:1-12

“… ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ…” (Kisah Para Rasul 20:7)

Kisah Para Rasul 20:1-6 ini mencatat bagian akhir dari perjalanan misi Paulus yang ketiga (Kis. 18:23-21:16), di mana Paulus menetap selama beberapa hari di Troas, sebelum ia kemudian meninggalkan Asia menuju Yerusalem (16). Di Troas, pada suatu hari Minggu, Paulus berkumpul bersama jemaat dan melakukan ibadah; di sana ia memecahkan roti, perjamuan kasih yang memulai ibadah dan diakhiri dengan perjamuan kudus.

Mengapa ibadah mempunyai manfaat bagi kehidupan kita sebagai orang percaya?

Pertama, ibadah dapat mempersatukan orang-orang Kristen.

Kami berkumpul (ay. 7). Meskipun masing-masing dari mereka membaca, merenungkan, mendoakan, dan menyanyikan mazmur secara sendiri-sendiri, dan dengan begitu memelihara persekutuan mereka dengan Allah, itu saja tidak cukup. Mereka harus bersama-sama memuji Allah dengan sehati dan memelihara persekutuan di antara mereka dengan saling bertemu muka, saling membantu, dan menyaksikan persekutuan rohani mereka dengan s

Kedua, ibadah sebagai peringatan akan kebangkitan Kristus dan pencurahan Roh Kudus (ay. 7-8).

Mereka berkumpul pada hari pertama dalam minggu itu, yang mereka sebut sebagai hari Tuhan, hari Sabat orang Kristen, yang dirayakan untuk menghormati Kristus dan Roh Kudus sebagai peringatan akan kebangkitan Kristus dan pencurahan Roh-Nya, dan keduanya terjadi pada hari pertama dalam seminggu. Mereka berkumpul untuk memecah-mecahkan roti (ay. 7 dan 11), yaitu untuk merayakan ketetapan perjamuan Tuhan, sebuah tanda berupa pemecahan roti yang telah ditetapkan bagi keseluruhan tanda lainnya. Roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus (1Kor. 10:16).

Ketika kita memecah-mecahkan roti, hal itu tidak hanya untuk mengenang pemecahan tubuh Kristus bagi kita sebagai korban tebusan bagi dosa-dosa kita, melainkan juga untuk melambangkan pemecahan tubuh Kristus bagi kita sebagai makanan dan perayaan bagi jiwa kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s