Penjagaan dan Pemeliharaan Tuhan

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 23:12-22
“Akan tetapi kemenakan Paulus, anak saudaranya perempuan, mendengar tentang penghadangan itu… ia memberitahukannya kepada Paulus.” (Kisah Para Rasul 23:16)

Kisah Para Rasul 23:12-22 menceritakan tentang rencana komplotan orang-orang Yahudi yang ingin membunuh Paulus. Rencana tersebut muncul setelah mereka mendapati bahwa mereka tidak memperoleh apa-apa dengan membuat keributan atau menempuh jalur hukum terhadap Paulus (Kis. 21-23:11). Karena itu, dengan perasaan kebencian yang memuncak, mereka beralih pada cara yang biadab yaitu berencana untuk membunuhnya. Begitu tak henti-hentinya mereka berbuat jahat terhadap Paulus; ketika satu rencana gagal, mereka akan beralih pada rencana yang lain. Mereka berencana hendak menghadang Paulus secara tiba-tiba, dan menikamnya begitu mereka bisa mendekati dia.

Upaya membunuh Paulus, yang semula bersifat rencana tersebut, ternyata kemudian berubah menjadi suatu tekad bulat yang diikat dengan sumpah. Mereka bersumpah dengan mengutuk diri, menimpakan kutuk yang paling berat terhadap diri mereka sendiri, jiwa, tubuh, dan keluarga mereka, jika mereka tidak membunuh Paulus. Mereka begitu sudah tidak sabar lagi untuk melakukannya, sampai-sampai mereka tidak akan makan atau minum sebelum mereka melakukannya. Sungguh tidak masuk akal kejahatan yang sedang mereka rancangkan tersebut. Mereka berencana membunuh seorang yang tidak bersalah, seorang yang baik, seorang yang berguna, seorang yang tidak berbuat jahat terhadap mereka, yang ingin melakukan segala kebaikan yang dapat dilakukannya terhadap mereka.

Puji Tuhan! Tuhan yang Paulus layani, sesungguhnya sudah mengatur supaya rencana itu diketahui, sehingga pada akhirnya berhasil digagalkan. Di dalam pengaturan Tuhan, rencana penghadangan mereka terdengar oleh keponakan Paulus sendiri.

Bagaimana sang keponakan memperoleh informasi tersebut, tidak diketahui. Namun yang jelas dia sangat mengasihi Paulus sehingga dia harus menyampaikan kabar tersebut kepada Paulus di Menara Antonia.

Bagaimanakah dengan kita? Kisah ini mendorong kita untuk percaya bahwa Tuhan dapat memakai banyak hal untuk memelihara dan menolong hidup kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s