Hati Nurani yang Murni

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 24:1-27
“Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” (Kisah Para Rasul 24:16)

Dalam nas hari ini, Paulus mengungkapkan salah satu rahasia pelayanannya, yaitu tentang hati nurani yang murni. Beberapa kali Paulus menyebutkan dalam surat-suratnya (Kis. 23:1; 1Tim. 1:18; 2Tim. 1:3). Karena itu, Paulus mengingatkan Timotius agar janganlah ia mengikuti mereka yang menolak hati nurani yang murni (1Tim. 1:19).

Hati nurani berkaitan dengan motivasi melayani, apakah kita melayani sungguh-sungguh murni untuk Tuhan, ataukah kita menyimpan motivasi tersembunyi untuk diri kita sendiri. Hati nurani berkaitan dengan kesadaran akan kebergantungan kita kepada Tuhan. Hati nurani berkaitan dengan ketulusan kita di hadapan Tuhan. Manusia bisa salah menilai kita karena kebanyakan manusia melihat apa yang ada di depan mata. Sedangkan di hadapan Allah, diri kita terbuka sepenuhnya karena Tuhan melihat jauh ke dalam hati (1Sam. 16:7). Celakanya, terkadang banyak orang lupa bahwa hidupnya terbuka di hadapan Tuhan sehingga mereka menyimpan motivasi yang salah dan membiarkan hati nurani mereka dikotori dosa. Terkadang beberapa orang merasa semuanya baik ketika pelayanan mereka dipuji orang, sehingga tanpa sadar mereka lebih mencari pengakuan manusia.

Bagaimana menjaga hati nurani yang murni dalam melayani Tuhan?

Pertama adalah kita melayani Tuhan dengan satu kesadaran bahwa Tuhan melihat hidup kita seutuhnya, termasuk hati nurani kita.

Paulus berusaha menjaga hal ini dalam hidup serta pelayanannya, sampai pada akhir hidupnya. Ia selalu bergantung dan hidup dengan tulus di hadapan Tuhan (2Kor. 12:7).

Kedua adalah dengan menaruh pengharapan kehidupan kita kepada Tuhan yang adalah Hakim yang Adil.

Paulus berkata, akan adanya kebangkitan bagi semua orang, baik yang benar dan yang tidak benar.

Di hadapan Tuhan, semuanya tidak ada yang tersembunyi. Karena itu dengan bergantung kepada Tuhan, marilah kita melayani Dia dan hidup hanya bagi Dia, dengan meminta pertolongan-Nya agar hati nurani kita tetap kudus di dalam Dia; dan dijauhkan dari motivasi yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s