Kesaksian Paulus

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 26:1-32
“Jawab Agripa: Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!” (Kisah Para Rasul 26:28)

Kisah 26 ini memuat kesaksian Paulus di hadapan raja Agripa. Ketika Paulus dibawa untuk diadili di hadapan raja Agripa, Paulus tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bersaksi, karena Paulus tahu bahwa setiap orang, tanpa kecuali, membutuhkan Injil Tuhan Yesus. Sekalipun hidupnya sedang di ujung tanduk, tetapi Paulus tidak terfokus pada keamanan diri sendiri, karena ia tahu betapa pentingnya Injil yang telah mengubahkan hidupnya dan ia pun ingin agar oranglain mengalami hal yang sama.

Sayang sekali, pada hari ini banyak orang enggan bersaksi. Mengapa orang enggan bersaksi? Ada banyak alasan. Ada yang mengatakan karena ia takut, tidak pandai bicara, tidak tahu menjelaskan dan lain sebagainya. Ketika diminta untuk bersaksi, biasanya orang cenderung mundur dan gentar. Padahal apa sih bersaksi itu? Bersaksi berarti menceritakan kembali apa yang ia lihat, dia alami dan dia tahu tentang sesuatu yang disaksikan. Dalam hal Injil, berarti menceritakan kembali pengalaman dan pengenalan seseorang akan Tuhan yang telah menyelamatkan hidupnya.

Lalu mengapa kita sulit menyaksikan apa yang telah Kristus lakukan bagi dan dalam hidup kita? Apakah kita merasa bahwa apa yang Kristus lakukan itu tidak penting dan tidak berharga? Atau jangan-jangan karena kita sendiri memang tidak punya pengalaman diselamatkan oleh Tuhan dan tidak mengenal Tuhan Yesus sama sekali alias hanya menjadi Kristen KTP/ikut-ikutan?

Menceritakan apa yang telah Kristus lakukan dalam hidup kita adalah kewajiban kita, anak-anak Tuhan yang telah mengalami keselamatan-Nya. Masalah orang itu mau percaya atau tidak, itu adalah pekerjaan Roh Tuhan. Sama seperti ketika Paulus bersaksi, gubernur Festus malah menyebut Paulus orang gila, tetapi Paulus tidak berhenti bersaksi. Ia berdoa agar mereka dapat diselamatkan Tuhan Yesus. Kiranya kita bisa meneladani Paulus, jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk bersaksi, karena kita memiliki sebuah kabar yang luar biasa, yang bisa menyelamatkan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s