Kemurahan Allah Atas Kita

Bacaan hari ini: Roma 2:1-29
“Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya?…” (Roma 2:4)

Kata “menganggap sepi” berarti “menghina, mengejek, atau meng-anggap enteng, sehingga ayat ini dapat diterjemahkan, “Apakah engkau menghina kekayaan kemurahan-Nya?” Demikianlah sikap pengabaian orang Yahudi terhadap kasih karunia Allah bagi mereka. Sikap mereka yang membanggakan kebangsaan dan agamanya menyebabkan mereka memandang rendah orang-orang bukan Yahudi dan menjauhinya.

Teguran Paulus yang dinyatakan dalam suratnya kepada jemaat di Roma, diangggap bukan ditujukan kepada mereka sebagai orang Yahudi yang bersunat, tapi kepada orang-orang yang tidak bersunat, yaitu mereka orang-orang kafir, orang-orang bukan Yahudi (ay. 1-3). Mereka menyangka bahwa mereka akan luput dari hukuman Allah karena mereka adalah bangsa pilihan Allah. Akibatnya, mereka menganggap enteng dan menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan kepada mereka untuk bertobat (ay. 4), sehingga menimbun murka Allah atas diri mereka sendiri (ay. 5). Demikianlah akibat menganggap sepi kekayaan, kemurahan, kesabaran dan kelapangan hati Allah bagi mereka.

Tahukah Anda, bahwa dari dulu sampai sekarang ini, Allah masih menunjukkan kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya kepada kita manusia berdosa? Dan tahukah Anda, bahwa maksud kemurahan Allah adalah menuntun kita kepada pertobatan?

Sesungguhnya, Allah sangat mengasihi kita. Ia tidak menginginkan kebinasaan kita yang berdosa ini. Yang Ia inginkan adalah pertobatan dan keselamatan atas kita semua. Janganlah kita jatuh ke dalam kesalahan yang sama seperti orang Yahudi. Oleh karena itu, janganlah mengabaikan kemurahan kasih Allah dengan menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya yang menuntun kita kepada pertobatan dan keselamatan di dalam Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Marilah kita gunakan kesempatan yang Allah berikan dengan menyesali dan meninggalkan segala dosa yang kita perbuat selama ini, dan datang kepada Kristus untuk menerima keselamatan dari pada-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s