Semua Manusia Telah Berdosa

Bacaan hari ini: Roma 3:9-20
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” (Roma 3:23)
Siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Tidak ada, bukan? Semua orang pasti pernah berbuat dosa. Termasuk diri kita, orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, terkadang masih berbuat dosa. Roma 3:23 menegaskan bahwa: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”. Paulus menegaskan bahwa semua manusia telah jatuh ke dalam dosa. Semua manusia ada di dalam kondisi yang penuh dosa. Tidak ada pengecualian. Karena semua manusia berasal dari benih Adam yang sudah berdosa.

Pertanyaannya: Apa itu dosa? Dosa dapat diartikan sebagai:

(1) Pe-nyelewengan terhadap perintah dan ketetapan Allah

(2) Pemberontakan terhadap kehendak Allah

(3) Penyangkalan terhadap keberadaan Allah. Kejatuhan Adam ke dalam dosa secara “peradilan/hukum” menjadikan manusia berdosa di hadapan Allah.

Hal ini sesuai dengan Roma 3:9-12. Kejatuhan manusia pertama telah menyatakan status manusia, bahwa manusia telah menjadi berdosa di hadapan Allah.

Hal ini terbukti di dalam kehidupan manusia melalui berbagai sikap dan perilaku hidupnya. Kadang melalui pikiran kita merancang dosa, melalui mulut kita mengucapkan dosa, melalui perilaku kita kita melakukan dosa.

Kris Lundgaard, menulis dalam bukunya “The Enemy Within” bahwa dosa di dalam diri manusia seperti sebuah hukum yang berusaha menarik kehendak manusia mengikuti kepentingannya. Lundgaar menganalogikan hal ini sebagai suatu hukum gravitasi. Hukum Gravitasi menunjukkan adanya suatu kekuatan yang dapat menarik/membuat objek-objek (benda-benda) mengikuti kehendaknya. Contoh: benda yang dilemparkan ke atas akan tertarik/mengikuti gaya gravitasi.

Demikian juga dengan dosa, akan berusaha menarik kita manusia untuk mengikuti kehendaknya. Manusia tidak akan bisa dilepaskan dari belenggu dosa, kecuali ia diselamatkan oleh Kristus. Melalui kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus Kristus telah mematahkan kuk perhambaan dan kuasa maut dikalahkan-Nya, supaya kita dilepaskan dari dosa dan menerima hidup kekal.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s