Bacaan hari ini: Roma 6:1-23
“… sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:4)

Kita harus ingat selalu, bahwa kita dapat menjadi anak-anak Allah, itu semata-mata karena anugerah-Nya. Kita yang telah ditebus dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, mendapatkan jaminan keselamatan. Karena itu, kita harus hidup sesuai dengan status kita sebagai anak-anak-Nya.

Memang sekalipun kita telah menjadi anak Allah, bukan berarti kita terlepas dari godaan atau tantangan yang selalu mencoba menjatuhkan kita kembali ke dalam dosa. Dalam ayat 12-13 Paulus menegaskan kepada kita, agar kita tidak membiarkan dosa berkuasa lagi atas tubuh kita yang fana, atau menuruti keinginannya, melainkan kita harus hidup untuk Tuhan dan menggunakan seluruh tubuh kita untuk memuliakan Dia.

Sekalipun di tengah zaman sekarang ini, ada banyak tantangan bagi umat Tuhan untuk terus hidup dalam kekudusan, namun hal ini bukan menjadi alasan bagi kita untuk kemudian berkompromi dengan dosa. Sebagai anak-anak Allah yang telah ditebus dari dosa, kita tidak boleh lagi membiarkan tubuh kita diperhamba oleh dosa dan hawa nafsu yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Menjadi hamba kebenaran memang bukanlah hal yang mudah, sebab Iblis akan terus menarik kita menjadi hambanya. Tetaplah waspada dan berhati-hatilah! Jika kita telah menjadi hamba kebenaran, maka kita harus berhati-hati dalam setiap perbuatan, perkataan, dan pikiran kita. Semua hal yang kita lakukan harus dilakukan dengan motivasi yang baik di hadapan Tuhan. Kita harus mati bagi dosa dan berusaha hidup bagi kebenaran sesuai dengan firman Tuhan. Dengan kata lain, kita perlu melatih diri menjadi pelaku-pelaku firman-Nya.

Bagaimana dengan sikap hidup kita? Sudah selaras dengan firman Tuhan? Apakah kita masih menyimpan kebencian, atau dosa? Jangan biarkan itu menjadi “tuan” atas diri kita. Mari kita datang kepada Tuhan dan memperbaharui hidup kita di hadapan-Nya. Janganlah kita menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan kepada kita, melainkan hiduplah bagi Dia!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s