Don’t Give Up

Bacaan hari ini: Roma 8:18-39

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18)

Penderitaan hidup yang terjadi dalam dunia ini seringkali membuat kita meragukan kasih dan pembelaan Tuhan. Bahkan tidak jarang, ada di antara kita yang mulai lemah iman, karena kesulitan atau sakit-penyakit yang tidak kunjung berhenti atau hilang dari kehidupan mereka. Jika kita menghadapi persoalan semacam ini, apakah yang harus kita perbuat? Apakah kita akan menjadi lemah iman atau tetap percaya kepada Tuhan Yesus, Pengharapan kita?

Kepada jemaat Roma, yang juga sedang menghadapi kesulitan hidup karena mempertahankan iman mereka kepada Tuhan Yesus, Paulus mengingatkan mereka, bahwa mereka tidak seharusnya “menyesal menjadi umat Tuhan,” hanya karena kesulitan hidup yang mereka hadapi; bahkan ketika Allah nampak berdiam diri dan tidak menjawab doa mereka. Paulus mengingatkan mereka, bahwa:

Pertama, kemuliaan yang akan datang melampaui penderitaan yang kita alami pada saat ini, karena kita mempertahankan iman dan hidup benar di hadapan Allah (ay. 18-25).

Kedua, kita tidak pernah sendirian memikul beban kita, ada Roh Kudus yang menyertai dan membantu kita untuk berdoa kepada Bapa (ay. 26-27).

Ketiga, Allah selalu bekerja untuk menyatakan yang terbaik bagi kita yang dikasihi-Nya, sekalipun kondisi yang kita lihat, tidak sesuai harapan kita.
Namun percayalah bahwa umat pilihan Allah tidak pernah kehilangan kasih-Nya, yang telah terbukti dari kasih Kristus yang rela mati bagi kita ketika kita masih berdosa, apalagi setelah kita menjadi anak-anak-Nya (ay. 28-39). Layakkah kita ragu akan kasih-Nya?

Hari ini, jika kita sedang menghadapi kesulitan hidup atau kesehatan yang tidak kunjung baik, janganlah putus asa, sebab Tuhan kita, Yesus Kristus, tidak membiarkan kita sendirian. Bahkan ketika kita berada dalam bahaya maut sekalipun, kasih-Nya tidak terpisahkan dari kita.

Lihatlah pengharapan dan kemuliaan yang telah kita terima di dalam Dia. Janganlah pandangan kita hanya terfokus pada dunia dan kehidupan kita yang fana ini; sebaliknya, arahkan diri kita pada janji Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s