Membawa “Keluarga” Bagi Tuhan

Bacaan hari ini: Roma 9:1-15

“Bahkan aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.” (Roma 9:3)

Kita sering mendengar pepatah yang berbunyi “kacang lupa kulitnya,” yang berarti, “karena keberhasilan yang telah dicapai seseorang, maka ia melupakan asal-usulnya.” Namun tidaklah demikian dengan Paulus. Ketika Allah menyatakan anugerah keselamatan kepada Paulus, dan memakainya menjadi pemberita Injil bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, hal ini ternyata tidak membuatnya melupakan bangsanya sendiri. Bahkan sekalipun dalam pelayanannya ia seringkali mengalami penderitaan dan aniaya karena kebencian orang Yahudi terhadap Injil, hal inipun tidak mengurungkan niatnya untuk mengasihi mereka.

Yang menarik dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus mensharingkan kerinduannya, bahkan kerelaannya untuk “terpisah dari Kristus demi saudara-saudaranya, kaum sebangsanya, secara jasmani” (ay. 3). Ungkapan ini bukan menunjukkan sebuah nasionalisme yang membabi buta, tetapi lebih dari itu, yaitu Paulus sangat mengasihi mereka, karena karena mereka adalah orang-orang yang telah mengalami dan menerima perjanjian dari Allah, bahkan telah menurunkan Mesias; sekalipun mereka telah memberontak kepada Allah, bahkan menyalibkan Mesias. Paulus merindukan, bahwa merekapun, sama seperti dirinya, dapat mengenal kebenaran Allah di dalam Yesus Kristus.

Sikap Paulus yang mengasihi dan merindukan bangsanya untuk kembali kepada Allah, kiranya juga mendorong kita untuk tetap mengasihi anggota keluarga kita yang belum mengenal Tuhan Yesus, bahkan sekalipun mereka mungkin pernah menghina kita atau membenci Injil.

Marilah kita mengasihi dan rindu membagikan Injil kepada mereka, bukan sekadar karena mereka adalah anggota keluarga kita, tetapi karena Injil adalah satu-satunya kabar baik, Injil keselamatan yang datang dari Allah.

Kiranya, kesulitan dan ancaman tidak menghalangi kita untuk mengasihi dan terus memberitakan Injil kepada mereka. Nyatakanlah Injil bukan saja melalui perkataan, tetapi juga melalui kehidupan kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s