Yang Tersisa

Bacaan hari ini: Roma 9:16-33

“Dan Yesaya berseru tentang Israel: Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.” (Roma 9:27)

Ketika Allah menebus bangsa Israel dari Mesir dan mengangkat mereka sebagai umat-Nya, maka secara dramatis status orang Israel menjadi berubah; dari status budak, menjadi bangsa pilihan Allah, umat Allah. Allah berinteraksi langsung dengan mereka, memimpin dan memberkati kehidupan mereka, mencukupkan segala kebutuhan mereka dengan cara yang paling tidak terpikirkan. Di dalam relasi anugerah yang sangat khusus seperti itulah, bangsa Israel hidup.

Tapi kenyataannya, bangsa Israel selalu gagal menjalani kehidupan yang berkenan kepada TUHAN. Status baru yang sangat khusus yang mereka punyai, ternyata tidak membuat mereka hidup dalam rasa syukur yang dalam, sebaliknya ketidakpuasan yang melahirkan pemberontakan kepada Allah, itulah yang terus terjadi sambil mereka tanpa sadar terbuai dalam kebanggaan akan status mereka; kami adalah bangsa pilihan Allah!

Catatan Perjanjian Lama memaparkan satu fakta menggentarkan hati, bahwa Allah membuang sebagian besar dari mereka! Sebagian besar bangsa Israel telah binasa di dalam kekerasan hati dan pemberontakan mereka, namun sekelompok orang selalu terselamatkan. Kelompok ini, disebut sebagai kelompok yang tersisa (the Remnant). Kelompok yang berhasil bertahan hidup, semata-mata karena anugerah Allah (Rm. 9:27).

Kebenaran ini memberi pengertian yang jelas tentang konsep umat pilihan; bahwa orang yang terpilih untuk keselamatan, adalah orang yang hidup dalam syukur dan ketaatan. Doktrin pilihan bukan suatu jaminan tanpa tanggung jawab. Kita tidak boleh membohongi diri sendiri dengan merasa sebagai umat pilihan Allah, tapi kita tidak mau taat dan menjalani kehidupan iman yang selaras dengan panggilan Allah. Sama dengan Israel di masa lalu, hari ini juga sedang terjadi dalam gereja; bahwa orang yang sungguh-sungguh diselamatkan, adalah kelompok sisa yang taat, yang sungguh-sungguh mempunyai hidup baru di dalam Kristus.

Mari kita mengevaluasi hidup kita; sungguhkah kita sedang menjalani kehidupan iman yang taat penuh kepada Dia?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s