Tuhan Mengingat Orang Pilihan-Nya

Bacaan hari ini: Roma 11:1-18

“Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel …” (Roma 11:1)

Ketika Paulus memikirkan tentang karunia keselamatan atas bangsa-bangsa, maka dia teringat akan bangsanya, Israel. Mereka adalah bangsa pilihan, keturunan Abraham yang dipanggil khusus oleh Tuhan untuk rencana keselamatan ini. Tetapi mereka justru adalah bangsa yang sangat keras menolak Injil Tuhan. Paulus mengalami dan melihat sendiri bahwa orang-orang Yahudi adalah mereka yang cukup keras dan getol menolak Injil, bahkan mereka mencari-cari Paulus untuk ditangkap dan dihakimi; sehingga Paulus bertanya dalam ayat 1, “Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya?” Oleh karena Paulus melihat bahwa Injil justru diterima dengan baik oleh bangsa nonYahudi.

Jawabannya ternyata tidak.

Alasan pertama adalah, Paulus melihat dirinya sendiri yang adalah orang Israel, keturunan Abraham.

Alasan kedua adalah, di dalam sejarah Israel, Tuhan selalu menyediakan orang-orang yang mengasihi Dia, termasuk dari orang Israel sendiri.

Alasan yang ketiga adalah, memang keselamatan hadir melalui umat Israel, Tuhan Yesuspun lahir sebagai orang Yahudi, untuk kemudian dikabarkan kepada bangsa-bangsa. Tetapi umat Israel sendiri tidak dilupakan Tuhan, bahkan ketika banyak dari mereka yang menolak Kristus dan Injil-Nya.

Sampai sekarang kita masih melihat banyak orang-orang Israel belum menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Mereka tidak percaya kematian Kristus adalah untuk menebus dosa manusia. Kematian Kristus dianggap mereka sebagai kematian seorang penjahat. Tetapi justru banyak orang percaya peduli kepada mereka dan mengabarkan Injil kepada mereka. Ini membuktikan, seperti yang dikatakan Paulus, bahwa Tuhan tidak meninggalkan umat Israel, Tuhan tidak menolak umat Israel meskipun mereka menolak Dia, Tuhan tetap mengingat mereka. Karena dalam zaman demi zaman, ada orang-orang Israel yang boleh percaya kepada Tuhan dan menerima Tuhan Yesus. Itulah kasih karunia Tuhan kepada orang-orang pilihan-Nya. Karena itu bersyukurlah, jika kita telah dipilih-Nya menjadi pilihan-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s