Syukur Atas Hikmat Allah

Bacaan hari ini: 1 Korintus 1:1-31

“Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.” (1 Korintus 1:4)

Banyaknya pendatang dari berbagai penjuru dunia di kota Korintus menjadi pemicu munculnya berbagai masalah sosial, kemerosotan moral dalam hal seksualitas, yang bercampur dengan pemujaan dewa-dewi Yunani-Romawi. Kondisi yang demikian menjadi tantangan berat bagi jemaat Kristen di Korintus, ditambah dengan problem internal jemaat sendiri, yang terbagi-bagi dalam berbagai golongan, yang rentan menimbulkan perpecahan.

Namun demikian Paulus tetap mengawali suratnya dengan bersyukur, bukan atas banyaknya masalah itu, tetapi karena kasih karunia Tuhan yang berlimpah-ruah, di tengah berbagai tantangan hidup berjemaat. Selain kaya dalam segala macam perkataan dan pengetahuan, atau kuat dalam hal pengajaran, mereka juga memiliki karunia-karunia pelayanan yang lengkap. Dengan ucapan syukur ini, Paulus sekaligus mengingatkan jemaat agar mereka tidak sampai salah dalam menggunakan semua kasih karunia Tuhan atas mereka. Sebab hanya dengan memandang bahwa segala sesuatu adalah karunia Allah, maka berbagai persoalan yang muncul dalam jemaat, baik eksternal maupun internal akan dapat diatasi dengan cara yang benar. Bagaimana dengan kita? Apakah kita menyadari bahwa Allah telah memberikan kepada kita hikmat dan anugerah-Nya yang memampukan kita untuk menyelesaikan persoalan dan kesulitan kita, baik dalam pelayanan maupun dunia pekerjaan kita?

Seringkali kita kehilangan rasa syukur karena berbagai masalah yang datang kepada kita. Perhatian kita tertuju hanya kepada masalah-masalah tersebut sehingga kita tidak mampu melihat anugerah Tuhan bagi kita dan akhirnya kita terjebak dalam usaha-usaha penyelesaian masalah (solusi) yang salah.

Paulus mengajak kita melihat sebuah fakta penting bahwa kesadaran atas kasih karunia Tuhan akan memunculkan sikap hidup bersyukur dan hikmat dalam menghadapi persoalan apapun dalam terang firman Tuhan. Karena itu saudara, marilah kita hidup dalam kasih karunia dan hikmat dari Allah yang menuntun kita hidup dalam damai sejahtera.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s