Ciri Jemaat Tidak Dewasa

Bacaan hari ini: 1 Korintus 3:1-23

“… Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?” (1 Korintus 3:3)

Jika kita mendengarkan istilah jemaat mula-mula, yang terlintas dalam pikiran kita adalah bahwa jemaat mula-mula itu rohani, baik, dan luar biasa semangat di dalam penginjilan. Sekilas lalu, hal ini adalah benar. Namun juga terdapat jemaat mula-mula yang tidak dewasa dan ada banyak permasalahan internal sehingga menghambat pertumbuhan gereja tersebut. Gereja Korintus-lah salah satu gereja yang tidak dewasa tersebut; mari kita melihat ciri-ciri gereja yang tidak dewasa ini.

Pertama adalah perselisihan, bahwa terdapat perpecahan kelompok dalam jemaat (ay. 4), karena jemaat Korintus didirikan oleh Rasul Paulus dan pernah digembalakan oleh Apolos (1:11-13).

Mereka memberhalakan pemimpin mereka (Paulus, Apolos, Kefas, Kristus) dan saling berselisih. Mereka merasa pemimpin mereka lebih baik/rohani daripada pemimpin rohani yang lainnya. Jemaat yang tidak dewasa adalah jemaat yang hanya melihat pemimpin mereka di dunia ini secara fisik, menilai mereka secara lahiriah, dan menyembah pemimpin mereka menurut ukuran kesukaan diri mereka sendiri, namun tidak melihat Allah sebagai pemimpin mereka di Sorga dan dalam hati mereka. Mereka menjadi tidak dewasa dan saling bertentangan dalam banyak hal.

Kedua, jemaat yang tidak dewasa adalah jemaat yang tidak sadar bahwa Tuhan-lah yang menghendaki perbedaan di tengah-tengah jemaat-Nya.

Tuhan telah memberikan pelbagai kemampuan dan talenta yang berbeda, para pemimpin maupun jemaat dapat saling melengkapi dan menjadikan pertumbuhan jemaat yang sehat. Namun yang terjadi justru sebaliknya, jemaat saling membandingkan dan iri hati dengan talenta yang ada, bukannya bersatu untuk membangun tubuh Kristus (3:9-10).

Ketiga, kualitas bangunan (jemaat) bukan dilihat dari luarnya (lahiriah), melainkan dalamnya (rohani).

Kualitas ini dinyatakan melalui sikap iman orang percaya menghadapi pergumulan hidup, dan kesediaan berkorban untuk orang lain dengan kasih, dan sebagainya. Kualitas iman yang suatu hari akan diuji melalui ujian yang berat (ay. 13-14). Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s