Dosa Dalam Jemaat

Bacaan hari ini: 1 Korintus 5:1-13

“Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.” (1 Korintus 5:8)

Dalam kehidupan bergereja, seharusnya semakin lama seseorang menjadi orang Kristen, maka ia pun harus semakin dewasa dalam kerohaniannya. Meski demikian, pernahkah kita menemui orang Kristen yang telah puluhan tahun menjadi Kristen, terlibat dalam banyak hal rohani bahkan pelayanan, namun ia ternyata “kerdil” secara rohani? Pada kenyataannya, masih banyak orang yang sudah ratusan bahkan ribuan kali mendengar khotbah, namun ternyata kehidupannya masih saja jauh dari kebenaran Tuhan. Orang yang tahu betapa besar kasih Tuhan Yesus kepada gereja, justru menimbulkan perpecahan dalam gereja Tuhan.

Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat Korintus, Paulus menegur dengan keras orang-orang yang bersikap demikian. Dalam kalangan jemaat Korintus, ada orang-orang yang serta-merta berbuat dosa percabulan (ay. 1-2). Paulus mengingatkan jemaat, bahwa Kristus telah mengorbankan Diri-Nya sendiri untuk menjadi korban penebusan bagi jemaat. Oleh karena pengorbanan Kristus yang begitu besar, haruslah ragi keburukan dan ragi kejahatan (maksudnya di sini: perbuatan-perbuatan kecemaran) seharusnya ditinggalkan oleh jemaat Tuhan (ay. 7-8). Karenanya, janganlah ada orang yang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk, atau penipu di antara jemaat Allah.

Pada bagian ini, Paulus menentang keras orang yang masih hidup dan berkubang dalam dosa dengan tidak merasa bersalah, namun justru menikmati keberdosaan mereka. Mereka merasa dirinya “baik-baik” saja, sekalipun sesungguhnya, mereka telah jauh dari Tuhan. Bagaimanakah dengan kita? Sebagai orang yang mengasihi Tuhan Yesus, marilah kita meninggalkan dosa-dosa yang masih membebani hidup kita.

Marilah kita mengintrospeksi diri, meminta Roh Kudus mengingatkan kita, apakah ada dosa-dosa yang kita sering lakukan, namun kita tidak sadari. Kiranya Tuhan memampukan kita menjadi orang Kristen yang mempermuliakan Tuhan, dan bukan menjadi batu sandungan dalam jemaat Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s