Tetap Fokus!

Bacaan hari ini: 1 Korintus 7:20-40

“Saudara-saudara, hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil.” (1 Korintus 7:24)

Korintus adalah satu kota besar Yunani dengan kebanggaannya akan intelektualitas, penyembahan berhala, imoralitas, dan perdagangan yang sibuk, serta kehidupannya yang hiruk-pikuk. Tujuan dari surat ini sebagian adalah untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang Kristen di Korintus kepada Paulus (ps. 7:1; 8:1; 12:1), sebagian untuk menangani berita yang tidak mengenakkan tentang adanya perpecahan dan perilaku yang tidak patut dalam gereja (ps. 1:11; 5:1; 6:1; 11:18, 20). Sebelumnya Paulus telah pernah menulis sepucuk surat kepada mereka (ps. 5:9).

Pada bagian ini, pesan dari Paulus harus dipahami dengan menyadari tiga kalimat kunci. “Tinggal dalam keadaan sebagaimana ia dipanggil” (ay. 20, lih. 17, 24); “Yang penting ialah menaati hukum-hukum Allah” (ay. 19) bdk. ay. 32, 34, dan 35); dan, “mengingat waktu darurat sekarang” (ay. 26, bdk. ay. 29). Apa arti: “tinggal dalam keadaan sebagaimana ia dipanggil”?

Pertama, janganlah mengupayakan perubahan apa-apa yang menyangkut penampilan luarmu ketika menjadi orang percaya.

Yang penting adalah panggilanmu dan perubahan dalam dirimu dengan menaati hukum-hukum Allah!

Kedua, “tinggal tetap sebagai orang percaya dalam situasi apa pun yang Tuhan aturkan buat kamu, sebagaimana Tuhan telah memanggilmu.” Dengan kata lain, setialah!

Mengapa kita jangan memusingkan status sosial atau tanda rohani? Tanda rohani yang terlihat seperti sunat dan status sosial sebagai orang merdeka, tidak serta merta membuat anak Tuhan bertambah rohani.
Yang utama adalah bagaimana menyenangkan Tuhan dengan fokus melayani Dia. Termasuk di dalamnya masalah pernikahan. Inti dari uraian Paulus di ayat 25-34 bukan tidak menikah lebih baik daripada menikah, walaupun itu preferensi Paulus pribadi. Melainkan, setiap anak Tuhan harus peka akan pimpinan Tuhan tentang apa yang tepat bagi dirinya.

Bagaimana dengan kita? Marilah kita sebagai anak-anak Tuhan lebih fokus kepada penampilan rohani kita, ketimbang penampilan jasmani kita

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s