Kebebasan yang Bertanggung Jawab

Bacaan hari ini: 1 Korintus 8:1-13

“Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah … Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.” (1 Korintus 8:8-9)

 

Hal-hal kecil yang kurang kita perhatikan dapat membuat orang lain tersandung. Celakanya adalah, diri kita yang membuat orang lain tersandung.

Untuk itu, kita perlu menjaga hidup kita dengan penuh tanggung jawab dengan dua cara:

Pertama, mengerti firman Tuhan dengan benar.

Jemaat di Korintus mendapat wejangan dari Rasul Paulus agar tidak menjadi batu sandungan bagi sesamanya, sekecil apapun tindakan itu. Rasul Paulus mengingatkan agar “pengetahuan” mereka tentang makanan, bahwa semua makanan itu halal dan bisa dimakan, tidak membuat mereka menjadi orang-orang yang sembarangan dan tidak bertanggung jawab atas pengetahuan mereka mengenai makanan.

Hal ini dikarenakan pada waktu itu, orang-orang di Korintus masih melakukan ritual-ritual penyembahan berhala dan daging-daging yang dijual di pasar pun kebanyakan adalah daging yang berasal dari kuil-kuil penyembahan berhala, sehingga jika mereka melihat jemaat di Korintus makan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala, hal tersebut akan membuat mereka salah paham dan tersandung oleh karena tindakan jemaat di Korintus tersebut. Kita patut bersyukur jika kita memiliki pengetahuan yang benar tentang firman Tuhan, khususnya dalam hal ini berbicara tentang makanan, tapi tahu saja tidak cukup, perlu adanya tindakan lebih lanjut dari pengetahuan kita.

Kedua, melakukan firman Tuhan dengan benar.

Memang bagi orang percaya, semua makanan itu halal sehingga tidak ada makanan yang tidak boleh kita makan (kecuali karena anjuran dokter), namun jaga agar jangan sampai kita tidak bertanggungjawab dalam menggunakan kebebasan kita ini dan membuat sesama kita yang baru percaya menjadi tersandung oleh karena perbuatan kita, sebab tidak semua orang memahami apa yang kita pahami. Jadi, lebih baik tidak makan, daripada tindakan kita bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Kebebasan yang Tuhan berikan kepada kita haruslah diikuti dengan sikap yang bertanggungjawab, agar kehidupan kita dapat menjadi berkat bagi sesama.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s