Siapa yang Harus Kupilih!

Bacaan hari ini: 1 Korintus 10:19-33

“Kamu tidak dapat minum daria cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat…” (1 Korintus 10:21)

 

Salah satu hal yang sulit dalam hidup ini bukan hanya menghadapi penderitaan dan pencobaan, namun juga berhubungan dengan pengambilan sebuah keputusan. Artinya, apabila kita salah dalam mengambil sebuah keputusan, maka hal itu akan sangat mempengaruhi kehidupan kita.

Setelah memberikan sebuah peringatan kepada jemaat Tuhan di Korintus, maka rasul Paulus mendorong jemaat Korintus untuk mengambil sebuah keputusan. Karena itu dalam bagian ini, ada banyak pertanyaan yang diajukan oleh rasul Paulus, supaya jemaat Korintus pada akhirnya mengambil sebuah keputusan.

Pertama, untuk lebih mengasihi Tuhan.

Di sini Paulus bertanya tentang mana yang lebih penting: untuk bersekutu dengan Tuhan atau dengan roh-roh jahat. Kepada siapa kita bersekutu, menjelaskan tentang pribadi yang kita kasihi.

Kedua, untuk lebih memuliakan Tuhan, bahkan dalam keadaan yang sederhana atau kehidupan keseharian yaitu saat kita makan dan minum.
Di sini Paulus menegaskan tujuan hidup kita. Apakah senantiasa memuliakan Allah, atau memuliakan diri sendiri?

Ketiga, untuk tidak menjadi batu sandungan bagi kehidupan sesama.

Batu sandungan menggambarkan bahwa ada sesama kita yang masih belum mengalami pertumbuhan dan pengenalan yang benar tentang Allah, sehingga mereka bisa salah dalam menilai hidup kita. Apakah yang menjadi pilihan kita?

Marilah dalam setiap langkah kehidupan ini, kita juga selalu bertanya dalam hati kita, sama seperti Rasul Paulus yang bertanya kepada jemaat Korintus, supaya banyak orang di sekitar kita juga mendapatkan anugerah keselamatan. Janganlah hidup kita menjadi batu sandungan bagi mereka yang belum percaya, melainkan menuntun mereka yang belum mengenal Kristus, melalui perilaku dan sikap kita.

Jadikanlah hidup kita terang yang memancarkan terang Kristus kepada mereka. Hiduplah dalam kebenaran dan relasi yang baik dengan Tuhan, sehingga Tuhan yang akan menolong kita menjadi saksi bagi diri-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s