Peduli dan Berbagi

Bacaan hari ini: 1 Korintus 11:17-34

“Karena itu, saudara-saudaraku, jika kamu berkumpul untuk makan, nantikanlah olehmu seorang akan yang lain.” (1 Korintus 11:33)

 

Bagian ini berkaitan dengan bagian sebelumnya karena masih mem-bahas mengenai ibadah umum. Jika sebelumnya Paulus menyoroti mengenai cara berpakaian jemaat dalam ibadah, kali ini Paulus menyinggung mengenai perjamuan kudus. Perjamuan kudus adalah satu-satunya tata cara dalam ibadah yang diberi petunjuk langsung oleh Kristus.

Sebelum melakukan Perjamuan Kudus, jemaat mula-mula akan melakukan perjamuan makan atau perjamuan kasih. Dalam perjamuan kasih tersebut, masing-masing jemaat akan membawa makanan yang kemudian akan dimakan bersama. Hal itu dilakukan dengan kasih di antara jemaat, sehingga yang kaya bisa berbagi dengan yang miskin. Namun di kalangan jemaat Korintus terjadi ketidakteraturan dan perpecahan. Jemaat Korintus tidak memiliki semangat saling mengasihi. Jemaat-jemaat yang kaya akan datang lebih awal untuk berkumpul sendiri dan mereka langsung memakan makanan dan minuman yang mereka bawa, tanpa menunggu jemaat lainnya. Akibatnya jemaat-jemaat yang miskin yang tidak membawa makanan, tidak mendapatkan makanan. Jadi jemaat-jemaat yang kaya kekenyangan, bahkan sampai mabuk, sementara yang miskin harus kelaparan. Inilah yang dikecam Paulus. Namanya perjamuan kasih, tetapi justru tidak ada kasih di sana. Paulus mengingatkan kembali jemaat Korintus mengenai makna Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus dirayakan untuk mengingat karya Kristus yang telah memberikan diri-Nya untuk menyelamatkan dan mempersatukan orang-orang percaya. Karena Kristus telah memberikan diri-Nya, seharusnya para pengikut-Nya juga harus mau berbagi dengan sesama, bukan memikirkan kepentingan diri sendiri.

Pada zaman sekarang, orang cenderung semakin individualis, hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Ketika datang ke gereja, orang juga sekadar menjalankan kewajiban agamanya, datang dan pulang tanpa mau mengenal, apalagi peduli dengan orang lain. Padahal, ibadah bukan hanya secara vertikal kepada Tuhan, tetapi juga secara horizontal dengan saudara seiman. Bagaimana kehidupan ibadah kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s