Gereja Adalah Tubuh Kristus

Bacaan hari ini: 1 Korintus 12:12-13

“Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh …” (1 Korintus 12:12, 27)

Gereja adalah tubuh Kristus (1Kor. 12:12; Rm. 12:5; Ef. 1:22-23; Kol. 1:24). Sebutan gereja sebagai tubuh Kristus mengindikasikan bahwa dalam gereja ada banyak anggota, yaitu orang percaya dan Kristus sebagai kepalanya; dimana setiap anggota yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan dan keunikannya masing-masing. Mereka berbeda dalam hal latar belakang kehidupan, sosial, ekonomi, budaya; sama halnya seperti tubuh kita yang memiliki banyak anggota; dimana tangan berbeda fungsi dengan mata, hidung berbeda bentuk dan fungsi dengan telinga dan seterusnya.

Karena itu, gereja sebagai tubuh Kristus harus selalu mengingat dan memperhatikan hal-hal berikut ini;

(1) semua anggota yang berbeda-beda itu harus diperhatikan dan dibina secara merata berdasarkan ke-khas-an masing-masing.

(2) Setiap anggota harus sadar akan keunikannya dan bersedia menghargai dan menerima keunikan anggota lain tanpa rasa iri.

(3) Setiap anggota terus menjalankan tugas panggilannya/berfungsi sesuai dengan kemampuannya tanpa menuntut orang lain untuk melakukan hal yang sama dengan dirinya.

(4) Setiap anggota harus tunduk pada satu koordinasi, yaitu tunduk pada sang Kepala tubuh, Tuhan Yesus Kristus. Tunduk pada firman-Nya.

(5) Gereja adalah tubuh Kristus dan Kristus adalah Kepalanya; artinya bahwa, Gereja adalah kesatuan anggota yang beraneka ragam latar belakang kehidupan dan fungsinya, tapi yang tunduk pada perintah yang satu, yaitu Kristus Yesus sebagai Kepalanya. Kristus sebagai Kepala tubuh menyatakan bahwa Tuhan lah yang mengarahkan dan membimbing tubuh, dan kesatuan datang dari Kepala tubuh, yang mengoordinasi dan mengarahkan setiap bagian.

Bila semua anggota menjalankan peran dan fungsinya sesuai dengan kemampuannya dan mau menerima sertai menghargai peran, fungsi dan kemampuan orang lain yang berbeda, maka di dalam gereja tidak akan terjadi yang namanya perpecahan, sebaliknya yang ada adalah kesatuan, keharmonisan dan sinergi di dalamnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s