Dewasa Rohani Pasti Memiliki Kasih

Bacaan hari ini: 1 Korintus 13:1-13
“Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.” (1 Korintus 13:1)

Jemaat di Korintus adalah jemaat yang kaya dengan karunia-karunia rohani. Namun ironis, banyaknya karunia yang mereka miliki tidak menunjukkan kedewasaan mereka secara rohani. Hal tersebut jelas terlihat dengan adanya permasalahan-permasalahan yang muncul dalam kehidupan mereka sebagai jemaat, seperti perselihan/perpecahan yang terjadi di antara mereka (1Kor. 1:10-13), perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh seperti percabulan dan perzinahan yang ada di tengah-tengah mereka, dan bahkan ada di antara mereka yang menuntut sesama Kristen di pengadilan (1Kor. 5-6). Jelaslah bahwa semuanya itu tidak menunjukkan kedewasaan mereka secara rohani.

Mengapa bisa terjadi demikian? Jawabannya sederhana saja. Karena mereka tidak mempuyai kasih. Itulah sebabnya rasul Paulus mengingatkan mereka akan pentingnya kasih di dalam kehidupan mereka sebagai orang percaya. Paulus menasihatkan mereka bahwa: “sekalipun mereka mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan semua bahasa manusia dan bahkan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, mereka sama saja dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun mereka mempunyai karunia untuk bernubuat dan mereka mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun mereka memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika mereka tidak mempunyai kasih, semuanya itu sama sekali tidak berguna.”

Apakah kasih itu? Paulus mengatakan, kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersu-kacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Itulah kasih yang seharusnya tumbuh seba-gai karakter dalam diri kita orang percaya (4-7). Bagaimana dengan Anda?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s