Kasih Karunia

Bacaan hari ini: 1 Korintus 15:1-28
“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:10)

Apa itu kasih karunia? Kasih karunia adalah pemberian Allah kepada manusia, padahal manusia tidak pantas menerimanya. Paulus menyadari bahwa ia telah mendapatkan kasih karunia dari Tuhan sehingga akhirnya ia sekarang boleh menemukan tujuan hidupnya yang sesungguhnya. Semua gelar, pendidikan, status dan materi yang dimiliki pada masa lalu, yang bagi sebagian besar orang, merupakan sesuatu yang dikejar sebagai tujuan utama dalam hidupnya, namun sekarang, bagi Paulus, semuanya itu bagaikan sampah oleh karena pengenalannya akan diri Kristus.

Pengenalan akan Kristus mengubah seluruh pemahaman Paulus akan hal yang terpenting dalam dunia ini. Kesempatan boleh mengerti akan rahasia kerajaan Allah inilah yang membuat Paulus sangat bersyukur atas kasih karunia yang Tuhan berikan kepadanya. Kasih karunia itu membuat Paulus merasa berhutang sehingga ia tidak mau kalau kasih karunia yang telah ia terima, ternyata disia-siakan. Untuk itulah ia hidup sedemikian rupa, sebagai respons ucapan syukur terhadap kasih karunia yang ia terima. Ia tidak mau menyia-nyiakan hidupnya. Bagaimana dengan kita?

Kita semua telah menerima kasih karunia Tuhan. Apakah kita telah hidup berarti? Janganlah kita menyia-nyiakan kasih karunia yang telah kita terima dari Tuhan dengan hidup sembarangan, melainkan hiduplah untuk melayani Tuhan. Dengan demikian, hidup kita boleh menjadi berkat bagi sesama kita. Kasih karunia memampukan Paulus untuk bekerja lebih keras lagi sehingga ia bisa melakukan pelayanan yang luar biasa bagi Tuhan. Paulus menyadari bahwa semua pelayanan yang ia lakukan bukan karena kehebatannya, melainkan karena kasih karunia Tuhan. Itulah sebabnya, Paulus tidak menjadi sombong. Bagaimana dengan kita?

Mungkin di antara kita ada yang sudah sekian tahun melayani, bahkan memegang pelayanan penting dalam gereja. Apakah hal itu membuat kita menjadi sombong? Jangan lupa, jika kita boleh melayani hari ini, itu bukan karena kita yang hebat, melainkan karena kasih karunia Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s