Kesalahan dan Pengampunan

Bacaan hari ini: 2 Korintus 2:1-10

“Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.” (2 Korintus 2:4)

 

Ada sebuah merk fashion yang cukup menarik, “Nobody’s Perfect.” Rupanya merk ini digunakan untuk menunjukkan bahwa tidak ada satu orangpun yang sempurna di dunia ini. Pakaian ataupun apapun yang dimiliki dan dikenakan tidak membuat seseorang menjadi orang yang sempurna, tanpa cacat. Ketidaksempurnaan seseorang memiliki dampak dalam relasi dengan sesama. Satu sisi, hal ini menyadarkan seseorang bahwa orang lain bisa berbuat salah; dan di sisi lainnya, juga memberikan kesadaran bahwa kita bisa berbuat salah, satu waktu. Lalu apakah respons kita ketika diperhadapkan dengan orang yang sudah berbuat salah, atau berdosa ini, sebagai satu komunitas orang percaya dan keluarga Allah?

Ada beberapa hal yang Paulus minta untuk dilakukan dalam kehidupan berjemaat, khususnya jika mendapati ada saudara yang melakukan dosa, yaitu:

(1) Ditegor.
Artinya, kesalahannya dinyatakan, sehingga dia tahu akan kesalahannya dan belajar yang benar. Paulus menasihati mereka untuk mempraktikkan kasih dan pengampunan, seperti Tuhan. Pertama-tama, para pemimpin gereja harus mendisiplinkan orang itu dengan menegurnya sebagai saudara (Mat. 18:15), agar ia sadar dan bertobat. Teguran juga berarti ada tindakan disiplin yang diberikan sebagai bentuk konsekuensi atas kesalahan, namun dengan satu tujuan: agar orang tersebut bertobat.

(2) Diampuni.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan, namun itu bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Kesalahan memang harus diberikan konsekuensi, tapi orang yang bersalah dan bersedia bertobat selayaknya diterima kembali, tanpa harus dikucilkan. Pengampunan ini diberikan agar orang bertobat dan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan.

(3) Dikasihi.
Setiap orang yang melakukan kesalahan butuh dikasihi, artinya dibimbing untuk mereka bisa pulih dan berubah menjadi lebih baik lagi. Kiranya Tuhan menolong kita menjadi saudara seiman yang saling menegur, mengampuni, dan mengasihi satu dengan yang lain, agar tidak terjadi perpecahan gereja Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s