Belajar Bermurah Hati

Bacaan hari ini: 2 Korintus 8:1-24

“Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.” (2 Korintus 8:8)

Ada satu hal yang kurang baik nampak dalam jemaat Korintus, yaitu keengganan mereka terlibat dalam pelayanan membantu jemaat di kota lain yang kekurangan. Jemaat Korintus bukanlah jemaat yang terlalu murah hati. Kalaupun mereka mau melibatkan diri dalam pelayanan ini, hal itu dilakukan dengan enggan dan setengah hati. Apa karena mereka dalam kondisi yang kekurangan? Ternyata tidak, karena Paulus memuji mereka sebagai jemaat yang kaya dalam segala sesuatu (ay. 7).

Lalu, apa cara Paulus mengingatkan mereka untuk belajar bermurah hati, melibatkan diri dalam pelayanan membantu jemaat yang kekurangan?

Pertama adalah, Paulus memberikan contoh jemaat Makedonia yang sebenarnya dalam kondisi membutuhkan bantuan, justru menunjukkan kemurahan hati dalam memberi (ay. 1-5).

Jika kita termasuk orang Kristen yang sulit bermurah hati, maka cara ini bisa dipakai untuk mengingatkan kita. Mari kita mulai memperhatikan saudara seiman yang mestinya harus kita bantu, tetapi justru mereka mau menolong orang lain melalui apa yang dia miliki. Bukankah seharusnya kita menjadi malu karenanya?

Kedua adalah, mengingatkan mereka akan apa yang Tuhan Yesus telah lakukan bagi mereka, yaitu Dia telah menjadi miskin demi kita agar kita menjadi kaya (ay. 9).

Tuhan Yesus yang adalah Tuhan dan Raja, rela mengosongkan diri-Nya menjadi hamba untuk menyerahkan nyawa-Nya, menebus dosa kita. Apabila Tuhan Yesus sudah memberikan bagian yang terbaik, masakan kita masih hitung-hitungan melakukan kehendak-Nya, yaitu berbagi dengan saudara seiman lainnya? Padahal segala yang kita miliki adalah semata-mata kasih karunia-Nya.

Bagaimana dengan diri kita? Hendaknya kasih karunia Tuhan memampukan kita untuk bermurah hati dengan berbagi akan apa yang kita miliki agar mereka yang kekurangan, dapat beroleh kecukupan. Dengan demikian dunia akan tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan Yesus, yaitu ketika kita saling mengasihi seperti Kristus yang telah lebih dahulu mengasihi kita (Yoh. 13:35).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s