Doa Rasul yang Tidak Terjawab

Bacaan hari ini: 2 Korintus 12:8-10

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” (2 Korintus 12:9)

Di balik banyak kesaksian orang Kristen tentang pertolongan dan kuasa Tuhan, seringkali tersirat ajaran bahwa apabila kita meminta dengan iman, maka Tuhan pasti mengabulkannya. Itu sebabnya, apabila yang bersangkutan sampai akhirnya tidak mengalaminya, itu karena dia “kurang/tidak beriman.” Maka muncullah formulasi baru tentang fungsi dan peran iman, yang kedengarannya menggoda tapi berbahaya.

Memang benar bahwa ada ayat-ayat Alkitab yang menekankan peran iman; bahwa asal kita tidak ragu tetapi percaya sepenuh hati, maka akan terjadi. Di dalam Alkitab juga ada mencatat tentang seorang lumpuh yang disembuhkan Tuhan, bukan karena dia beriman tetapi karena iman teman-temannya. Dan di sini kita membaca dengan jelas bahwa di dalam Alkitab juga ada catatan tentang doa yang tidak dijawab; bukan doa orang biasa yang mungkin egois, tetapi doa seorang Rasul yang setia sampai mati!

Paulus menyaksikan bahwa dia pernah punya pengalaman rohani yang sangat luar biasa; ia mendengar tentang pengungkapan rahasia ilahi yang tidak pernah didengar oleh manusia lainnya. Supaya dia tidak menjadi sombong karena pengalaman itu, Tuhan menaruh suatu duri pada dirinya. Penafsiran umum tentang duri yang dimaksud adalah penyakit mata yang dideritanya. Penyakit ini sangat mengganggu pelayanan Paulus sehingga untuk itu, dia telah 3 kali berdoa meminta agar Tuhan mengangkat duri tersebut, menyembuhkan dia supaya dia dapat melayani dengan lebih baik dan efektif. Tuhan menolak permintaannya. Di dalam kelemahan dirinya, kuasa Tuhan akan menyertai dan menopang.

Inilah beberapa fakta pengajaran Alkitab yang terangkai menjadi satu dan tidak boleh dipenggal demi kepentingan pribadi dan mengabaikan bagian lainnya. Sebagian atau separuh kebenaran, bisa menyesatkan. Kita boleh meminta dengan iman dan menanti dalam kesabaran, tapi kita juga harus siap dan peka mendengar firman Tuhan yang mengatakan kepada kita: “Tidak. Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s