Agape vs EGP

Bacaan hari ini: Galatia 2:11-14

“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” (Matius 18:15)

“EGePe” (Emang Gue Pikirin) adalah istilah yang sempat populer. Istilah ini menunjukkan sikap tidak peduli kepada keadaan dan urusan orang lain yang tidak berkaitan dengan diri kita. Sekalipun istilah ini tidak lagi digunakan hari ini, tetapi budaya cuek dan tidak peduli dengan orang lain, tertinggal di tengah kehidupan kita hari ini. Hari ini, kita hidup semakin individual dan tidak peduli dengan masalah dan urusan orang lain. Hal ini juga tanpa disadari merambah masuk ke tengah kehidupan gereja di antara saudara seiman. Orang Kristen tidak peduli satu dengan yang lain, tidak mau mencampuri urusan orang lain dan cuek terhadap kehidupan rohani orang lain. Tuhan menginginkan umat-Nya dalam kehidupan bergereja saling mengasihi satu dengan lain. Kita harus saling mengasihi dengan kasih “agape” yakni kasih yang memikirkan apa yang terbaik untuk orang lain. Kasih “agape” ini harus terwujud di dalam kepedulian, perhatian dan bahkan teguran untuk membangun saudara seiman kita.

Menegur adalah salah satu bentuk kasih. Menegur berarti kita tidak cuek terhadap kehidupan sesama yang menuju kehancuran. Sebaliknya, kita ingin mereka kembali di jalan yang benar. Hal inilah yang dilakukan Paulus kepada Petrus. Ketika melihat Petrus berkelakuan munafik, Paulus tidak hanya berdiam diri, cuek dan berkata: EGePe (Emang Gue Pikirin?), tetapi ia bertindak dan menegor kelakuan Petrus yang bisa menjadi batu sandungan tersebut (2:14). Teguran ini menjadi pengingat bagi Petrus untuk mawas diri terhadap perilakunya yang bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Teguran adalah sebuah tindakan kasih yang besifat korektif-membangun. Lawan kata AGAPE adalah EGePe! Ketika kita melihat sesama kita sedang melakukan dosa, kita tidak boleh hanya cuek dan tidak peduli kepada mereka. Sebaliknya, kita seharusnya mewujudkan kasih kita melalui teguran yang korektif untuk perbaikan diri mereka (Ams. 25:12; 27:5). Teguran yang bijak bisa membawa saudara seiman kembali ke jalan yang benar.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s