Menjadi Penurut-Penurut Allah

Bacaan hari ini: Efesus 5:1-21
“Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih.” (Efesus 5:1)

Dalam pembahasan di pasal sebelumnya dinyatakan bahwa orang Kristen perlu memiliki karakter ilahi seperti Kristus; sebab orang Kristen tidak imun terhadap dosa, masih gampang tergoda untuk kembali kepada cara hidup duniawi. Oleh sebab itu, Paulus menekankan agar kita hidup seperti penurut-penurut Allah. Arti “penurut Allah” adalah manusia yang sudah diperbaharui, memiliki kembali gambar dan rupa Allah sebagaimana telah ada dalam diri manusia pada waktu penciptaan, dan yang sekarang sudah diperbaharui kembali di dalam karya Kristus dan Roh Kudus. Menjadi penurut Allah artinya tidak menjadi serupa dengan dunia.

Pada zaman Perjanjian Baru, khususnya di negera-negara koloni Romawi, hal-hal seperti percabulan, pencemaran, keserakahan, perkataan kotor, omong-kosong, dll, justru adalah hal-hal yang wajar dan lumrah dilakukan. Setiap orang dalam masyarakat tersebut akan menerima nilai-nilai dan norma-norma tersebut, dan menjadikannya bagian dari kehidupan pribadi maupun masyarakat. Seperti halnya hari ini, kita sering mendengar anggapan orang yang berkata bahwa, seorang pedagang bila ingin untung, dia harus pandai berbohong; jika tidak bisa berbohong, maka ia tidak akan mendapat keuntungan apa-apa. Dalam Efesus 5:8, Paulus dengan tegas mengatakan bahwa cara hidup seperti itu adalah cara hidup manusia lama, dalam kegelapan. Sekarang ini, kita wajib hidup sebagai anak-anak terang, artinya: sama sekali berbeda dengan kehidupan lama kita.

Saudara-saudari sekalian, sejak kita percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat hidup kita, perubahan apa yang tampak dari kehidupan kita dibanding sebelumnya? Sering kali norma-norma masyarakat membawa kita masuk ke arena abu-abu, sehingga sulit bagi kita untuk membedakan apa yang benar dan berkenan kepada Allah. Dalam Roma 12:1-2, Paulus menasihatkan: kita perlu mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, sehingga kita bisa membedakan apa yang baik dan buruk dalam arus filsafat masyarakat modern ini. Bagaimana dengan Anda hari ini?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s