Jangan Goyah Iman

Bacaan hari ini: 1 Tesalonika 3:1-13
“Supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.” (1 Tesalonika 3:3)

Ada satu hal yang menjadi perhatian Paulus untuk datang kepada jemaat di Tesalonika. Ketika Paulus tidak mempunyai kesempatan untuk datang, maka dia segera mengirim Timotius lebih dulu untuk melihat kondisi jemaat di Tesalonika. Satu hal itu adalah iman jemaat Tesalonika. Paulus peduli agar iman mereka di dalam Kristus tetap teguh dan tidak goyah.

Apa yang bisa membuat iman orang percaya goyah? Pada waktu itu, jemaat Tuhan di Tesalonika menghadapi kesusahan hidup yang cukup sulit. Kesusahan hidup ini bisa dalam wujud mereka mengalami penganiayaan, mereka difitnah sebagai orang percaya, atau mereka mengalami kesulitan dalam bekerja atau memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena iman mereka. Kesusahan hidup bisa membuat orang percaya goyah imannya dan menjauh dari Tuhan, pergi bahkan meninggalkan Tuhan. Kita sering mendengar bagaimana seseorang yang kecewa kepada Tuhan ketika kesusahan hidup yang berat melanda hidupnya. Bagaimana seseorang tidak mau lagi ke Gereja atau berdoa karena mulai meragukan kebaikan Tuhan karena kesusahan hidupnya. Kesusahan hidup yang dialami jemaat Tuhan pada masa ini bisa menggoyahkan imannya kepada Tuhan. Terlebih apabila Iblis si penggoda itu bermain-main di dalamnya untuk menjatuhkan mereka menjauh dari Tuhan. Ini yang dikuatirkan Paulus.

Syukurlah, jemaat Tesalonika ditemukan Paulus tetap setia di dalam imannya yang terwujud di dalam kasih. Kesusahan hidup tidak membawa mereka menjauh dari Tuhan, tetapi justru tetap setia di dalam Tuhan. Inilah yang sebenarnya juga Tuhan inginkan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Seperti Paulus dan Timotius, yang peduli pada jemaat Tesalonika, demikian pula kita. Kita belajar untuk peduli dan memperhatikan saudara-saudara seiman yang sedang dalam kesusahan hidup. Dengan demikian, kita boleh dipakai Tuhan untuk menjadi “perpanjangan tangan-Nya” yang menunjukkan kepada saudara seiman, bahwa Tuhan tidak meninggalkan mereka, apapun kondisi mereka.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s