Sukacita Seorang Gembala

Bacaan hari ini: 2 Tesalonika 1:3-18
“Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu.” (2 Tesalonika 1:3)
Sebagai seorang guru, sukacita terbesar adalah ketika mendengar bahwa murid yang pernah saya ajar bisa berhasil bukan saja secara akademis, tetapi juga keberhasilan dalam hidupnya, menjadi berkat dan memuliakan Tuhan. Saya rasa itu juga sukacita yang Paulus rasakan ketika mendengar bahwa jemaat yang ia layani semakin bertumbuh dalam imannya dan kasihnya. Iman yang dinyatakan melalui sikap yang nyata, dimana mereka tetap tabah dan kuat, sekalipun dalam penganiayaan dan penindasan; dan kasih yang secara nyata diwujudkan, bukan hanya di bibir saja, tetapi boleh dipraktikan dalam kasih terhadap sesama.

Setiap pengajar atau gembala, tentu saja memiliki kerinduan dan juga sukacita yang sama, yakni bisa melihat bahwa anak-anak didiknya pada akhirnya berhasil melakukan sesuai dengan yang apa yang diajarkan. Ini juga menjadi kerinduan dan sukacita dari Gembala Agung kita, yakni Yesus Kristus, ketika kita, domba-domba-Nya bisa hidup seturut dengan iman dan kasih yang diajarkan dan dipraktikkan kepada kita.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, setelah sekian lama mengikut Tuhan, adakah hidup kita menyukakan hati Gembala Agung kita? Adakah kita bertumbuh dalam iman kita? Ataukah setelah sekian lama mengikut Tuhan, iman kita justru berada dalam kondisi stagnan, tidak bertumbuh? Kita tahu banyak tentang ajaran-ajaran Kristen, kita mengerti semua doktrin dan dogma, tetapi ketika diperhadapkan pada kesulitan dan tantangan hidup, ketika harus memilih antara iman dan keamanan/keuntungan diri, kita cenderung menyerah dan menurut pada nafsu kedagingan kita, pada tuntutan dunia yang tidak seturut dengan kebenaran Tuhan.

Mari dengan pertolongan Roh Kudus, kita perbaharui hidup kita. Bila setiap minggu, bahkan setiap hari kita belajar Firman Tuhan, kita mengerti kerinduan hati Gembala Agung kita, Yesus Kristus, mari kita tidak berhenti hanya pada sekadar “tahu” saja, tapi kita sungguh bisa meneladani jemaat Tesalonika yang terus bertambah imannya dan kasihnya, bukan sekadar bertambah pengetahuannya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s