Kita Dipilih

Bacaan hari ini: 2 Tesalonika 2:13-17
“… sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.” (2 Tesalonika 2:13b)

Apabila kita memperoleh keselamatan, itu karena siapa? Adakah manusia turut ambil bagian dalam memperoleh keselamatan? “Oh benar, kan saya yang memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya. Jika saya tidak mau menerima, ya tidak akan terjadi apa-apa. Bagian Allah adalah menawarkan keselamatan, bagian manusia adalah memilih, untuk menerima atau tidak.” Itu adalah pandangan yang keliru teantang keselamatan!

Paulus berulang kali menyatakan bahwa keselamatan yang kita peroleh itu bukanlah usaha manusia, tidak ada “jasa” manusia sama sekali. Keselamatan itu adalah sepenuhnya pemberian Allah (Ef. 2:8).

Dalam bacaan kita hari ini, Paulus juga menyatakan bahwa dari mulanya Allah yang telah memilih kita untuk diselamatkan, bukan kita yang memilih untuk diselamatkan. Mengapa demikian? Karena manusia sudah berdosa dan cenderung untuk memberontak dan menolak Allah. Bagaimanakah kondisi manusia yang seperti ini bisa memilih Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat hidupnya? Jika demikian, bagaimana kita bisa percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita? Roh Kuduslah yang berperan, Roh Kuduslah yang membuat kita mengerti kebenaran bahwa kita membutuhkan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan kita. Roh Kudus yang membuat kita percaya bahwa Yesus lah satu-satunya jalan keselamatan. Dan Roh Kudus lah yang menggerakkan kita untuk akhirnya menerima anugerah keselamatan itu.

Lalu apa yang harus kita lakukan setelah kita dipilih untuk memperoleh anugerah keselamatan?

(1) Bersyukurlah dan berterima kasihlah kepada Tuhan yang telah memilih kita, menyelamatkan kita tanpa syarat apapun. Janganlah kita menyombongkan diri dengan alasan karena “kebaikan” kitalah maka Tuhan memilih kita.

(2) Hiduplah dengan berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan yang telah kita terima. Dengan demikian, kita akan menjadi umat Tuhan yang dewasa dalam iman dan pengharapan kita kepada-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s