Kriteria Pemimpin Gereja

Bacaan hari ini: Titus 1:5-9
“Dan berpegang pada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasehati orang berdasarkan ajaran itu …” (Titus 1:9)

Dalam penjabaran Surat Roma dan Surat Efesus, Paulus terlebih dulu menjabarkan doktrin dasar iman Kristen, kemudian disusul dengan ajaran praktis kehidupan Kristen. Pola ini menunjukkan bahwa doktrin harus menjadi landasan dan di atas dasar doktrin yang benar, orang percaya membangun kehidupan praktis kesehariannya. Tetapi ketika Paulus menyampaikan kriteria tentang pemimpin gereja, baik sebagai penatua atau penilik (1Tim. 3:1-7); yang dia tekankan adalah kesaksian hidup dan bukan pengajaran atau doktrin.

Yang menjadi kriteria utama bagi seorang penatua, bukan bagaimana pemahaman doktrinnya, tapi bagaimana kesaksian hidupnya secara nyata. Perilakunya, tutur katanya, kejujurannya, kebajikannya, keasliannya, se-mua itu harus teruji; nyata terlihat dan teralami oleh orang lain. Cara Paulus menyampaikan seperti itu, memberikan suatu penekanan bahwa tidak ada banyak manfaatnya orang mengaku memiliki pemahaman teologia yang benar, yang paling alkitabiah. Lebih penting dari pada pengakuan tentang apa yang dimengerti, adalah buahnya yang hidup, yang bisa dilihat oleh siapa saja. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (Mat. 7:20).

Sejak zaman Rasuli sampai sekarang, Gereja terus terjebak dalam segmentasi aliran menurut pemahaman teologi masing-masing. Alih-alih menyadari keterbatasan diri untuk memahami kebenaran secara lengkap dan sempurna, masing-masing kelompok malah terjebak dalam pembenaran diri, merasa bahkan mengklaim bahwa pemahamannya lah yang lebih benar atau paling benar. Dan di dalam usaha untuk meneguhkan supremasi kelompok, orang melupakan sama sekali panggilan hidupnya yang paling utama; menyaksikan karya keselamatan Yesus Kristus yang merubah hidupnya, dari tanah liat yang tidak berguna, menjadi terang dan garam dunia.

Gereja bukan hanya membutuhkan pemimpin yang memiliki pemahaman teologia yang benar saja, tetapi pemimpin yang memiliki kesaksian hidup yang baik dan benar, yang nyata dilihat orang.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s