Lamban untuk Mendengar

Bacaan hari ini: Ibrani 5:1-14
“Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat.” (Ibrani 5:14)

Ada sebuah kalimat bijak mengatakan, “Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa adalah pilihan.” Kalimat ini mengatakan bahwa setiap orang yang hidup pasti bertambah tua, namun dalam hidup yang bertambah tua tersebut, ada orang yang bertambah dewasa, dan ada yang tidak bertambah dewasa. Dalam kehidupan rohani juga sama. Ada orang Kristen yang puluhan tahun percaya Yesus, tetapi tidak semuanya menjadi dewasa dalam Yesus—ada yang bertambah dewasa, ada yang tidak.

Dalam Ibrani pasal 5, Penulis Ibrani menegur jemaat karena ketidak-dewasaan mereka di dalam Tuhan. Ketidak-dewasaan jemaat ini dalam hal tidak mengerti pokok-pokok ajaran mengenai Yesus dan ajaran-ajaran dasar lainnya dalam kekristenan. Penulis Ibrani menekankan kepada mereka bahwa seharusnya dari sudut waktu, mereka sudah harus menjadi pengajar. Tetapi dalam kenyataan, terjadi yang sebaliknya, mereka masih perlu terus diajarkan asas-asas pokok dari pernyataan Allah (Ibr. 5:12).

Kita sebagai orang Kristen masa kini pun bisa menjadi sama seperti jemaat Ibrani. Dari sudut waktu, kita seharusnya sudah menjadi pengajar, tapi rupanya kita masih harus terus diajarkan asas-asas pokok kekristenan seperti seorang anak kecil. Hal-hal sederhana mengenai Alkitab, Allah, Yesus, keselamatan, doa, terkadang kita masih tidak mengerti sama sekali.

Bagaimanakah supaya kita terus bertumbuh dewasa di dalam Tuhan? Penulis Ibrani memberikan jawabannya di dalam Ibrani 5:11; “Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.” Dalam ayat ini, penulis Ibrani mengatakan penyebab ketidakdewasaan mereka adalah karena telinga mereka lamban untuk mendengar, yaitu tidak mendengar dengan sungguh-sungguh apa yang telah diajarkan. Mereka mendengar sambil lalu, sehingga pengajaran yang mereka terima hanya lewat saja, tetapi tidak pernah dipahami dan diingat dalam hidup. Bagaimana dengan Saudara? Marilah kita memperhatikan ajaran iman Kristen secara serius

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s