Kuduslah Kamu, Sebab Aku Kudus

Bacaan hari ini: 1 Petrus 1:13-25
“Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:15-16)

Kata “kudus” berasal dari bahasa Ibrani, yaitu “qadosy” dan dalam bahasa Yunani, yaitu “hagios.”
Kedua kata “kudus” baik dalam bahasa Ibrani maupun dalam bahasa Yunani, diartikan sebagai: “dipisahkan, dikhususkan dan disendirikan.”

Pertanyaannya adalah: dipisahkan dari apa?
Jawabannya ialah, dipisahkan dari dosa.
Pertanyaan selanjutnya ialah: dikhususkan untuk apa?
Jawabannya ialah, dikhususkan untuk melayani dan memuliakan Allah.
Pertanyaan berikutnya adalah: disendirikan untuk siapa? Jawabannya ialah, disendirikan hanya menjadi milik kepunyaan Allah. Mengapa demikian?

Pertama, karena kekudusan itu merupakan sebuah tuntutan dari Allah untuk kita yang telah dipanggil menjadi umat-Nya.

Kita yang tadinya bukan umat Allah kini telah menjadi umat-Nya. Melalui pengorbanan Kristus, kita telah dipisahkan dari dunia yang berdosa ini untuk menjadi milik Allah. Allah mau, agar kita semua yang telah ditebus oleh-Nya hidup dalam kekudusan-Nya. Karena itu, sebagai orang-orang yang telah menerima penebusan Kristus, kita harus tinggalkan cara hidup kita yang lama dan sia-sia itu serta mempersembahkan diri kita kepada-Nya untuk melayani dan memuliakan-Nya. Hal ini menyangkut: akal budi (Rm. 12:2); gaya hidup, sikap, tingkah laku dan juga cara kita berbicara (1Tim. 4:12.) Jadi, “menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu” mencakup semua aspek hidup kita.

Kedua, karena keberadaan Allah yang Kudus. Allah yang kita sembah adalah Allah yang Kudus (1Ptr. 1:16).

Dari ayat ini, rasul Petrus ingin menegaskan kepada kita sekalian bahwa Allah kita itu kudus adanya. Karena Allah yang memanggil kita itu kudus, ini berarti bahwa kekudusan telah menjadi standard dan alasan mengapa kita hidup kudus. Allah itu Kudus, maka kita semua umat-Nya juga harus kudus. Apabila tidak, maka kita semua tidak mungkin dapat berada di hadirat Allah.
Tanpa kekudusan, kita tidak dapat melihat Allah, apalagi datang kepada-Nya.

Oleh karena itu, marilah kita menyerahkan diri kepada Kristus untuk dikuduskan-Nya dan marilah kita hidup kudus bagi Dia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s