Menjaga Ajaran yang Benar

Bacaan hari ini: 2 Petrus 2
“Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu.” (2 Petrus 2:1)

Siapa sangka jika dalam satu dekade terakhir ini para koruptor adalah para pejabat yang justru mendengungkan kegiatan anti korupsi di negara ini. Namun dengan alat deteksi KPK yang begitu canggih, baik melalui screening rekening maupun media sosial dari para pelaku, para koruptor ini dapat ditangkap dan diadili.

Nampaknya hal seperti ini bukanlah hal baru dalam dunia kekristenan. Sejak zaman para rasul, kasus-kasus korup seperti ini sudah ada, hanya manifestasi bentuknya berbeda. Dalam perikop kita hari ini, rasul Petrus mengingatkan kepada jemaatnya bahwa, akan dan telah ada guru-guru palsu. Mereka adalah adalah orang-orang yang terkenal, populer, mampu menarik massa dengan kata-katanya yang memikat, namun sebenarnya mereka menyesatkan dan menuju kepada kematian dan kebinasaan.

Yang menarik di sini adalah bahwa mereka bukanlah guru-guru palsu yang sejak awal menentang kekristenan, namun mereka adalah orang-orang yang pernah mengenal jalan Tuhan, alias guru-guru ini adalah orang-orang Kristen. Guru-guru palsu ini justru muncul di dalam gereja, akibat dari pembacaan dan pengertian firman yang menyimpang. Mereka telah belajar firman Tuhan namun tidak tunduk kepada firman itu. Mereka hanya sekadar membaca kemudian memasukkan pengertian mereka untuk kepentingan mereka. Itulah sebabnya Petrus mengutuk guru-guru palsu ini, sehingga ia mengatakan akan lebih baik jika mereka tidak pernah mengenal Tuhan (ay. 20-22). Allah akan menentang dan menghukum mereka.

Menjadi tugas kitalah untuk mendeteksi apakah ajaran-ajaran yang diajarkan di gereja adalah ajaran yang benar. Menggali firman Tuhan setiap hari melalui saat teduh dan membaca literatur yang menolong kita untuk memahami firman Tuhan. Apakah hal ini cukup? Belum. Yang kemudian adalah: kita berinteraksi dengan Tuhan dan bersedia dikoreksi oleh firman Tuhan sehingga hidup kita berubah. Barulah setelah itu, kita dimampukan oleh-Nya untuk mendeteksi ajaran-ajaran yang salah. Hidupilah kebenaran dan nyatakanlah kebenaran.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s