Menantikan Kedatangan Tuhan

Bacaan hari ini: 2 Petrus 3
“… kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (2 Petrus 3:14)

“Apa Tuhan Yesus benar-benar akan datang? Karena dari beberapa tahun yang lalu kita telah mendengar berita itu, tapi sampai sekarang juga tidak terjadi apa-apa!” Mungkin kita pernah mendengar orang mengatakan hal seperti itu.

Rasul Petrus mengingatkan bahwa di zaman akhir akan ada pengejek-pengejek yang mengatakan hal tersebut. Mereka meragukan bahkan tidak mempercayai akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Mereka adalah orang-orang yang lebih suka hidup menuruti hawa nafsunya dan kesenangannya sendiri selagi hidup dalam dunia ini. Ketika mereka tidak mempercayai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, berarti mereka tidak mempercayai hari penghakiman Tuhan itu benar-benar ada. Karena itu, Petrus mengingatkan bahwa Tuhan Yesus pasti datang! Tuhan tidak pernah lalai menepati janji-Nya. Tuhan bukan pula tidak mampu menepati janji-Nya untuk datang kedua kalinya. Kalau sampai saat ini Tuhan Yesus belum datang, itu berarti:

(1) Tuhan Yesus tidak bisa dibatasi oleh waktu, apalagi oleh waktu dalam batasan pemikiran/ ukuran manusia

(2) Tuhan masih sabar, memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat.

Jika demikian, bagaimanakah seharusnya anak Allah bersikap dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali?

(1) Percaya penuh bahwa perkataan Tuhan pasti terjadi, bahwa Tuhan Yesus pasti datang dan waktu-Nya tidak ada seorangpun yang tahu (ay.10).

Keyakinan ini sangat penting agar kita tidak terpengaruh dengan orang-orang yang meragukan kepastian kedatangan-Nya, dan orang-orang yang menyatakan tanggal berapa Ia akan datang. Karena pandangan itu pasti sesat.

(2) Menantikan kedatangan Tuhan Yesus dengan hidup benar di hadapan Tuhan (ay. 11, 14).

Tuhan Yesus akan datang seperti pencuri, yang mana tidak ada pencuri yang memberitahukan kapan tepatnya dia akan datang. Untuk itu, kita diingatkan agar senantiasa siap sedia dengan selalu hidup benar, taat kepada-Nya.
Janganlah kita hidup menuruti keinginan hawa nafsu dengan alasan kedatangan Tuhan masih lama.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s