Mengasihi Allah Mengasihi Sesama

Bacaan hari ini: 1 Yohanes 4
“… karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.” (1 Yohanes 4:20)

Ada sebuah lagu pujian mengatakan, “Aku mengasihi Engkau Yesus, dengan segenap hatiku…” Kadang begitu mudah kita mengucapkan “aku mengasihi Tuhan,” atau “Aku mengasihi Allah,” tanpa kita memahami apa makna di balik kata “mengasihi Allah” tersebut.

Sebenarnya bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah lah yang telah terlebih dahulu mengasihi kita dengan memberikan Anak-Nya, Yesus Kristus, datang ke dunia dan mati di atas salib, sebagai perdamaian bagi dosa-dosa kita (1Yoh. 4:10).

Karena kasih-Nya yang besar, dosa-dosa kita diampuni, dan kita pun beroleh keselamatan. Setiap orang percaya yang telah menerima kasih Allah ini jugalah yang beroleh kuasa untuk mengasihi sesamanya. Kasih adalah karakter Allah sendiri yang mengalir ke dalam hati orang percaya, sehingga kita beroleh kesanggupan untuk mengasihi orang lain.

Kita yang telah menerima kasih dari Allah harus membagikannya kepada sesama sesuai dengan kehendak-Nya. Kita dikatakan telah mempraktikkan kasih Tuhan kepada sesama apabila di dalam hati kita tidak dipenuhi kebencian. Kebencian dan kasih merupakan dua hal yang sangat bertolak belakang. Mustahil kita mengatakan mengasihi Tuhan jika dalam praktik sehari-hari kita masih membenci orang lain. Bukti bahwa kita mengasihi orang lain adalah ketika kita tidak berbuat jahat, selalu berusaha berbuat baik kepada orang lain, sekalipun tanpa balasan yang sepadan.

Sebagaimana Kristus datang sebagai manusia untuk menebus kita orang yang berdosa dan mengampuni kita, maka kasih Kristus inilah yang sepatutnya mendorong dan memampukan kita untuk dapat mengampuni orang lain.
Karena itu saudara, marilah kita hidup dalam kasih-Nya dan hidup berbagi kasih dengan yang lainnya, sebab dengan cara inilah kita menunjukkan, bahwa kita adalah orang yang telah menerima kasih Tuhan. Bagaimanakah dengan saudara?

Kasihilah Allah dengan cara hidup taat dan menunjukkan kasih serta pengampunan kepada mereka yang telah berbuat kesalahan kepada kita.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s