Aku Berdiri di Muka Pintu

Bacaan hari ini: Wahyu 3:14-22
“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok …” (Wahyu 3:20)

Tuhan pernah berkata kepada para murid bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul di dalam nama-Nya, maka di situ Tuhan akan hadir di tengah-tengah mereka (Mat. 18:20). Kalimat ini menimbulkan semacam keyakinan bahwa Tuhan akan hadir di dalam setiap persekutuan, apalagi kebaktian yang diadakan secara resmi di gereja-gereja Kristen di seluruh muka bumi. Tetapi Perjanjian Baru tidak berakhir pada kitab Injil Matius. Dalam kitab Wahyu kita mendapatkan sebuah gambaran yang lain.

Kitab Wahyu dimulai dengan 7 surat kiriman kepada 7 Gereja, diakhiri dengan surat yang dikirim kepada gereja di Laodikia; sebuah gereja yang kaya secara financial. Sedemikian kayanya gereja Laodikia ini sehingga mereka bisa dengan penuh keyakinan mengatakan; kami tidak kekurangan apapun! Apa saja yang mereka pikirkan untuk dikerjakan, tidak pernah mengalami kesulitan secara keuangan. Kami kaya! Kami punya sumber dana tidak terhingga! Kami bisa kerjakan apa saja! Dan di dalam kondisi serba berkecukupan itulah, gereja jatuh.

Kekayaan menyebabkan mereka menjadi lupa diri, dan lebih parah lagi; lupa Tuhan! Dengan sumber dana yang mereka miliki, mereka merasa begitu puas diri dan nyaman. Tanpa menyadari bahwa di mata Tuhan, sesungguhnya mereka sudah tidak punya apa-apa lagi. Dan dalam kondisi demikian, dinyatakan melalui satu gambaran yang paling menggentarkan hati; Tuhan berdiri di muka pintu gereja dan mengetuk.

Gereja–di manapun didirikan–adalah milik Tuhan. Seharusnya, Dialah yang bertakhta di dalam gereja-Nya, menjadi pusat penyembahan umat-Nya, dan selalu menjadi fokus dari setiap persekutuan dan ibadah yang dilakukan. Tapi di Laodikia, Tuhan sudah dilupakan sedemikian rupa sampai terdesak ke luar pintu gereja. Mereka terus sibuk di dalam, terlena menikmati semua fasilitas baik yang mereka miliki, tanpa menyadari bahwa Tuhan sudah lama tidak berada di tengah mereka. Bukan karena Tuhan meninggalkan mereka, tapi mereka yang tidak lagi merasa membutuhkan Dia. Di manakah Tuhan dalam gereja hari ini?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s