Allah Bertakhta Dalam Kemuliaan

Bacaan hari ini: Wahyu 4
“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa …” (Wahyu 4:11)

Sama dengan Paulus yang pernah diangkat ke Firdaus dan mendengar pengungkapan rahasia ilahi (2Kor. 12:4), Yohanes juga mendapatkan kehormatan yang besar; diundang oleh Allah sendiri untuk melihat berbagai kemuliaan sorga, dan hal pertama yang dia lihat adalah kemuliaan takhta Allah itu sendiri. Allah bertakhta di dalam kemuliaan sorga!

Kitab Wahyu berbicara tentang hal-hal yang sedang dan akan terjadi dalam babak terakhir sejarah kehidupan manusia; dimulai dari pelukisan kondisi 7 gereja yang mewakili gereja-gereja di sepanjang lintas sejarah, mulai dari pasal 6 dan seterusnya mencatat tentang berbagai pergolakan yang akan terjadi sebagai tanda-tanda akhir zaman. Apa yang pernah Tuhan sampaikan dalam Matius 24, dijabarkan dalam kitab Wahyu secara lebih rinci. Semua itu sedang dan akan terus terjadi dengan skala dan intensitas yang semakin tinggi, sampai akhirnya Iblis dikalahkan, dihukum secara final, dan orang-orang percaya hidup di dalam sukacita sorgawi. Namun, sebelum penjabaran dimulai, Allah akan terlebih dulu menyatakan diri-Nya dalam takhta kemuliaan; bahwa Dia yang selalu menjadi fokus. Sejarah bukan suatu rangkaian kejadian yang bertalian yang berlangsung ratusan juta tahun, yang diawali oleh faktor serba kebetulan, semacam insiden alam semesta dalam proses yang disebut evolusi. Dan pada saatnya, evolusi akan terhenti oleh suatu insiden kosmik lainnya, yang membuat kehidupan mulai lagi dari titik nol.

Tidak! Sejarah dimulai oleh tindakan Allah dan akan diakhiri di dalam rencana-Nya yang sempurna. Kegagalan kehidupan, kekacauan, penindasan, penderitaan dan kepahitan yang mewarnai sejarah kehidupan sepanjang masa, semua itu terjadi sebagai dampak dari kejatuhan manusia dalam dosa. Dalam lintas sejarah yang rusak oleh dosa itulah Allah berkarya sesuai rencana kekal-Nya. Dia tetap Allah yang pegang kendali. Dia tetap bertakhta sebagai Allah, dari kekal sampai kekal. Allah, rencana dan karya-Nya adalah fokus utama sejarah.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s