Penghakiman yang Pasti

Bacaan hari ini: Wahyu 8:9-17
“Lalu malaikat keempat meniup sangkakala…, sehingga sepertiga daripadanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.” (Wahyu 8:12)

Manusia cenderung ingin membalas dendam atas tindakan orang lain yang menyakiti dirinya. Apalagi jika tindakan jahat itu datang ketika kita tidak salah dan tidak layak mendapatkannya. Tentu ada perasaan ketidakadilan dan ingin melakukan sesuatu untuk membalas orang yang menyakiti kita. Penindasan menghasilkan pelawanan dan pembalasan. Sebagai orang Kristen, Tuhan seringkali mengingatkan kita untuk berespons berbeda ketika mengalami penindasan. Tuhan mengingatkan kita, bahwa pembalasan dan penghakiman adalah hak Tuhan. Ia adil dan Ia akan menjadi hakim atas kita.

Orang-orang Kristen pada masa surat Wahyu ditulis hidup di dalam penindasan. Mereka mengalami banyak ketidakadilan, dibunuh dan juga dianiaya. Mereka mempunyai banyak alasan untuk marah dan membalas perlakuan orang-orang yang menindas mereka. Tetapi Tuhan mengingatkan mereka bahwa penghakiman adalah pekerjaan Tuhan. Melalui penggambaran malaikat yang meniup sangkakala, Tuhan ingin menunjukkan bahwa penghakiman-Nya itu pasti. Bukan hanya pasti, tetapi penghakiman Tuhan itu dahsyat. Bencana demi bencana secara berurutan menimpa bumi dan segala kejahatannya. Hujan es, nyala api, kebinasaan, kematian dan berbagai macam penggambaran ini hendak menunjukkan bahwa Tuhan tidak berdiam terhadap kejahatan. Ia yang adil akan bertindak pada waktu-Nya. Penghakiman-Nya pasti dan dahsyat. Apa aplikasi firman Tuhan ini bagi kita umat-Nya yang hidup pada masa kini?

Bagian firman Tuhan ini akhirnya juga memanggil setiap anak-anak Tuhan untuk bertekun dan setia di tengah penderitaan. Orang Kristen dipanggil untuk melepaskan haknya untuk melakukan pembalasan, yang adalah haknya Tuhan. Tuhan berjanji bahwa penghakiman-Nya itu adil dan dahsyat. Ia akan menyatakannya kepada kita pada waktunya. Bagian kita saat ini adalah belajar percaya kepada perkataan-Nya, tidak membalas dendam, bertahan dalam penderitaan dan belajar menabur kasih. Maukah Anda melakukannya?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s