Dua Saksi Allah

Bacaan hari ini: Wahyu 11
“Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.” (Wahyu 11:3)

Pembacaan Alkitab hari ini berbicara mengenai tugas yang diberikan Allah kepada dua orang saksi-Nya. Dua orang saksi ini bertugas untuk bernubuat sambil berkabung di tengah-tengah penganiayaan yang dialami oleh gereja. Mereka akan menjalani tugasnya selama seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Banyak orang mencoba menafsirkan siapa dua orang saksi ini. Secara pasti tidak diketahui siapakah dua orang saksi ini. Tetapi, jika kita perhatikan dengan seksama, dua orang saksi ini mempunyai kemampuan yang sangat mirip dengan dua orang nabi dalam Perjanjian Lama. Jika kita memperhatikan Wahyu 11:6, di sana dikatakan, “Mereka mempunyai kuasa menutup langit supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka setiap kali mereka menghendakinya.”

Dari dua kemampuan di atas, kita bisa menebak mereka mempunyai kuasa yang mirip dengan nabi Elia (meminta hujan turun, atau tidak turun), dan nabi Musa (mengubah air menjadi darah, dan menurunkan tulah-tulah kepada Mesir). Tetapi, apakah kedua orang saksi itu adalah Elia dan Musa yang akan hidup kembali? Kita tidak bisa memastikannya.

Allah tidak hanya memberikan tugas kepada dua orang saksi ini saja. Setiap orang Kristen telah Tuhan panggil untuk menjadi saksi-saksi-Nya di tengah-tengah dunia ini. Kita mungkin tidak mempunyai kuasa untuk melakukan mukjizat, menyembuhkan orang sakit, ataupun membangkitkan orang mati. Tetapi, tanpa semua itupun kita tetap diutus Tuhan untuk menjadi saksi-Nya. Kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi-saksi dalam memberitakan kabar baik kepada orang-orang yang belum percaya. Kita diutus untuk menjadi saksi akan cinta kasih Tuhan dalam hidup kita pribadi, kepada mereka yang belum mengenal Tuhan, dan lain sebagainya.

Pertanyaan untuk kita renungkan adalah, apakah kita mau menjadi saksi Tuhan, bahkan di tengah-tengah penderitaan dan penganiayaan yang mungkin terjadi?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s