Nyanyian Kemenangan (1)

Bacaan hari ini: Wahyu 15
“Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!” (Wahyu 15:3)

LAI memberikan judul “Nyanyian Mereka yang Menang” pada pasal 15 ini; sehingga mata kita langsung tertuju pada ayat 3-4. Di sana dikatakan nyanyian Musa, hamba Allah dan nyanyian Anak Domba. Nyanyian Musa mengingatkan kita pada peristiwa bangsa Israel yang dibawa Musa keluar dari perbudakan di Mesir, dengan pertolongan tangan Tuhan yang kuat. Ada sebuah nyanyian yang tercatat pada Keluaran 15, yang dinyanyikan Musa pada waktu Tuhan mengalahkan bangsa Mesir dengan 10 tulah, dan pada waktu Raja Firaun menerima kekalahannya dan berusaha melakukan serangan terakhir untuk memusnahkan bangsa Israel.

Di tengah-tengah kepanikan bangsa Israel yang tidak berdaya, Tuhan menunjukkan kuasa yang luar biasa dengan membuka jalan untuk mereka di tengah Laut Merah, bahkan kemudian Laut Merah menenggelamkan segenap pasukan Firaun. Menurut catatan sejarah, Firaun sendiri mati dalam penyerangan tersebut. Akhirnya Tuhan tampil sebagai Penyelamat yang bukan saja menyelamatkan bangsa Israel, tetapi juga membinasakan bangsa Mesir, sehingga Musa beserta segenap bangsa Israel menyanyikan lagu pujian untuk memuji Tuhan.

Dalam PB, ada tertulis: Tuhan Yesus bersama-sama murid-murid-Nya menyanyikan pujian, setelah Perjamuan Terakhir (Mat. 26:30). Mereka berjalan menuju taman Getsemani. Sekalipun tidak disebutkan nyanyian apa yang Tuhan pujikan bersama para murid, itu juga merupakan nyanyian kemenangan; karena Ia akan berperang melawan dosa, maut dan Iblis, dan Ia menang! Kemenangan Tuhan Yesus bersifat final, mengalahkan dosa, maut dan Iblis untuk selama-lamanya, serta memberikan pengharapan, dan keyakinan kemenangan kepada umat-Nya yang percaya.

Bagian Wahyu ini, adalah puncak kemenangan Allah berserta umat-Nya yang setia memberitakan Amanat Agung, di mana Injil diberitakan ke seluruh bumi, dan segala suku bangsa berkumpul menyembah Allah, Iblis dikalahkan. Bagaimana respons kita? Sudahkah hidup kita menunjukkan bahwa kita adalah umat yang menang?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s