Awas Akan Penyesatan dan Tetaplah Setia

Bacaan hari ini: Wahyu 17
“Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja.” (Wahyu 17:14)

Wahyu 16:19 dan 14:8 telah menubuatkan mengenai kejatuhan Babel. Pada perenungan hari ini (Why. 17) dan besok (Why. 18), Alkitab menjelaskan kejatuhan Babel secara mendetail. Babel melakukan hal-hal yang jahat di mata Tuhan. Babel adalah pusat kejahatan hawa nafsu, dan keserakahan. Babel diasosiasikan dengan penyembahan berhala dan penganiayaan kepada orang percaya. Di ayat 1 mengatakan, sudah ada putusan/penghakiman bagi pelacur besar (Babel). Babel memiliki andil yang besar dengan banyak penguasa di bumi (Why. 17:2; bdk. 17:15). Hal ini tentu saja berdampak kepada situasi sosial dan falsafah yang dipegang oleh tiap rakyatnya.

Wahyu 17:3-6 adalah penggambaran detail mengenai pelacur besar ini. Yohanes dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk mendapat penglihatan mengenai penghakiman bagi Babel. Pelacur ini menunggangi binatang yang juga terlihat dalam Wahyu 13:1. Binatang ini adalah antikristus, yang secara politik menopang keberadaan pelacur besar ini. Ketika kita berbicara mengenai Babel, tidak harus ditafsirkan secara literal sebagai Babel, namun juga bisa merepresentasikan adanya penyembahan berhala, ketidaksetiaan kepada Allah yang terjadi dari masa ke masa, baik dalam bentuk keagamaan ataupun kepercayaan-kepercayaan yang membentuk sistem pola masyarakat.

Antikristus dan antek-anteknya berdaya-upaya luar biasa untuk dapat menyesatkan sebanyak-banyaknya orang. Meskipun demikian, Tuhan Yesus akan datang dan mengalahkan mereka. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan tetap setia kepada-Nya di tengah apapun yang terjadi, mereka pun juga akan menang bersama Tuhan (bdk. Why. 17:14). Marilah kita menguatkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dan berhati-hati agar kita tidak disesatkan oleh dunia. Marilah kita tetap setia sampai akhir hidup kita, meskipun banyak tantangan akan merintangi kehidupan spiritual kita. Tuhan Yesuslah yang berkuasa atas segalanya. Kiranya Ia yang menguatkan hati setiap kita dalam segala hal. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s