Takhta Pengadilan Terakhir

Bacaan hari ini: Wahyu 20
“Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” (Wahyu 20:15)

Pada akhir zaman akan terdapat dua macam pengadilan. Pengadilan pertama (Why. 20:11-15) ialah menentukan apakah seseorang akan masuk ke surga atau menerima hukuman di neraka. Pengadilan kedua, menentukan upah yang akan diterima oleh orang percaya.

Walaupun kedua macam pengadilan itu didasarkan pada perbuatan, tetapi keputusan pengadilan pertama ditentukan oleh iman, sedangkan keputusan pengadilan kedua ditentukan oleh pelayanan yang dilakukan orang percaya. Apabila keputusan pengadilan hanya ditentukan oleh perbuatan, maka tidak ada seorang pun yang akan lolos dari hukuman Allah (Rm. 3:23; 6:23). Akan tetapi, karena Kristus sudah menanggung hukuman Allah itu di kayu salib, setiap orang yang beriman kepada Kristus tidak akan mendapat hukuman (Rm. 8:1), tapi bagi mereka yang tidak percaya kepada Kristus, akan menerima hukuman.

Pengadilan kedua khusus ditujukan bagi orang yang beriman kepada Kristus. Dalam pengadilan kedua ini, perbuatan (pelayanan) setiap orang beriman akan diuji menurut standar kekekalan, apakah pelayanan tersebut bernilai kekal atau tidak (catatan: perkataan “baik ataupun jahat” di dalam 2Kor. 5:10 lebih tepat diterjemahkan sebagai “bernilai atau tidak bernilai”). Bila pelayanan kita memiliki nilai kekekalan, kita akan mendapat upah. Bila pelayanan kita tidak bernilai, kita tetap akan memperoleh keselamatan, tetapi kita tidak akan mendapat upah (1Kor. 3:12-15).

Adapun penentuan akhir perjalanan hidup manusia adalah penghakiman di hadapan Tuhan kelak. Di hari penghakiman nanti penilaian Tuhan bukanlah ditentukan karena orang itu kaya, miskin, terkenal, tampan atau cantik, masuk rekor MURI dan rekor lainnya. Maaf, Tuhan tidak punya buku untuk mencatat hal-hal demikian. Yang tercatat dalam buku Tuhan adalah perbuatan-perbuatan kita selama hidup (1Ptr. 1:17; Ibr. 4:13). Dan buku itu disebut dengan Kitab Kehidupan. Bagaimana dengan kehidupan kita hari ini? Apakah kita sudah memakai waktu yang masih ada ini untuk melayani Tuhan sebaik-baiknya?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s