Manusia: Gambar dan Rupa Allah

Bacaan hari ini: Kejadian 1:26-31
“Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita …” (Kejadian 1:26)

Setelah Musa memimpin umat Israel meninggalkan Mesir, Allah mewahyukan rahasia tentang penciptaan kepada Musa untuk dicatat. Dalam konteks pembebasan dari status budak di Mesir inilah konsep tentang manusia sebagai gambar dan rupa Allah disampaikan.

Beberapa prinsip penting dapat kita pelajari dari penyataan tersebut:

(1) Manusia diciptakan lebih tinggi dari binatang.

Manusia adalah mahkota dari semua ciptaan lainnya. Allah menciptakan semua lainnya dan menatanya sedemikian rupa, terakhir baru menciptakan manusia, dan memberi mandat kepada manusia untuk menaklukkan ciptaan lainnya. Derajat manusia lebih tinggi dari binatang, Allah telah memberikan otoritas kepada manusia untuk mengelola dunia ciptaan-Nya.

(2) Manusia adalah gambar dan rupa Allah.

Selama 400 tahun di Mesir, bangsa Israel hidup dengan status budak. Hari lepas hari, mereka melihat bagaimana orang-orang Mesir menyembah dewa-dewi dalam bentuk binatang atau campuran antara binatang dan manusia. Ini adalah konsep yang sangat merendahkan derajat manusia, menyamakan manusia dengan gambar dan rupa binatang. Allah menyatakan suatu kebenaran kepada umat-Nya, bahwa manusia adalah gambar dan rupa Allah. Karena itu, jangan pernah merendahkan diri sederajat dengan binatang.

(3) Manusia bukan Allah.

Orang Mesir percaya bahwa Firaun adalah semacam manusia ilahi, titisan dewa. Tetapi, tidak ada seorangpun yang punya sifat keilahian seperti itu, manusia bukan Allah, tetapi adalah gambar dan rupa Allah. Sehebat apapun seseorang, setinggi apapun jabatanya, dia tetap bukan Allah, dan tidak pernah menjadi Allah.

Manusia adalah makhluk yang diciptakan berbeda dengan binatang, lebih tinggi dari binatang, dan karena itu tidak boleh merendahkan dirinya dengan standar binatang. Dia adalah gambar dan rupa Allah, nilai hidupnya ada pada hakekat tersebut. Manusia baru akan mendapat kepuasan dalam hidup, ketika dia kembali kepada panggilannya sebagai gambar dan rupa Allah, di mana citra sang Pencipta, nyata terpancar dalam kehidupannya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s