Pernikahan Tersakral di Dunia

Bacaan hari ini: Kejadian 2:18-25
“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kejadian 2:24)

Bagian ini menggambarkan indahnya persatuan di dalam pernikahan menurut ketetapan Allah.

Ada dua hal yang melandasi persatuan yang indah itu.

(1) Kesadaran bahwa pasangannya adalah penolong yang sepadan dari Allah baginya.

Adam mendapati bahwa Hawa lah, penolong yang paling sepadan dengan dirinya. Penolong adalah seorang yang menyediakan apa yang dibutuhkan oleh yang ditolongnya. Penolong bertugas memberi dukungan penuh kepada yang ditolongnya, agar dapat menjalankan tugas tanggung jawabnya dengan benar, yaitu memancarkan gambar dan rupa Allah di dalam dirinya (Kej. 1:26). Inilah peran seorang istri bagi seorang suami di dalam pernikahan. Seorang istri bukan sekadar penolong yang apa adanya, tetapi “yang sepadan”. Hal ini menyiratkan adanya kesediaan satu dengan yang lain untuk menyesuaikan diri dan mencocokkan diri.

(2) Komitmen untuk setia kepada pasangannya dalam segala kondisi

Adam mengucapkan komitmennya kepada Hawa, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki” (ay. 23).
Kalimat ini menyiratkan kesadaran Adam akan persatuannya dengan Hawa. Satu-kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh siapapun atau apapun, karena dipersatukan oleh Tuhan. Kalimat ini yang seharusnya menginspirasi janji pernikahan dalam Kebaktian Pemberkatan Nikah Kristiani, yakni: “Aku akan selalu bersamamu dalam segala kondisi”.

Sepasang suami-istri yang menyadari perannya masing-masing dan kesatuannya di dalam Tuhan, tidak akan goyah dalam pernikahannya, sekalipun cobaan sangat berat menimpa keluarga mereka.
Ketika mereka melangkah, mereka selalu ingat akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Kesakralan pernikahan mereka, tidak boleh dinodai oleh apapun, termasuk perceraian, karena Tuhan selalu ada dalam rumah tangga mereka. Sebagai pasangan suami-istri Kristen, biarlah kedua hal ini menjadi pegangan kita untuk menjalani kehidupan pernikahan dan untuk menjaga kesakralan pernikahan di dalam Kristus.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s