Perbuatan Dosa yang Pertama

Bacaan hari ini: Kejadian 4:1-16
“Kata Kain kepada Habel, adiknya: Marilah kita pergi ke padang. Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.” (Kejadian 4:8)

Kejatuhan manusia ke dalam dosa menyebabkan manusia dihukum Tuhan dan diusir dari taman Eden. Lebih dari itu, “benih dosa” yang diwariskan Adam dan Hawa kepada anak-anaknya, tumbuh dan melahirkan perbuatan dosa pertama, yang dilakukan oleh Kain terhadap Habel. Kain kemudian membunuh Habel adiknya karena kegusaran dan iri hati, terkait persembahan Kain dan Habel kepada TUHAN. Persembahan Habel diterima TUHAN, sedangkan persembahan Kain tidak diterima.

Berkaitan dengan ini, Allah telah memperingatkan Kain, akan godaan ini. Kata Allah padanya, “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya” (ay. 7). Namun Kain mengabaikan peringatan Allah. Kain justru membuka kesempatan besar bagi masuknya dosa. Dengan perbuatannya membunuh Habel, Kain melampiaskan dan memuaskan kemarahannya.

Dengan membunuh Habel di padang, Kain menyangka bahwa ia telah berhasil melampiaskan kemarahannya dan menyembunyikan perbuatan dosanya, namun Kain lupa dan mengabaikan suara darah adiknya yang meminta penghakiman dan keadilan Allah. Pembunuhan yang telah Kain rencanakan terlebih dahulu terhadap Habel adiknya, menjadi pembunuhan pertama di dunia. Ini bukanlah suatu kebetulan. Berawal dari masuknya jerat dosa ke dalam dunia melalui manusia pertama, Adam dan Hawa, selanjutnya, benih dosa itu diteruskan kepada keturunannya dan benih dosa itu diwujudnyatakan di dalam perbuatan Kain yang membunuh Habel saudaranya.

Dosa telah menimbulkan tindakan-tindakan yang tidak rasional, bahkan sangat kejam. Dosa telah mengubah kedamaian menjadi ancaman, mengubah perdamaian menjadi permusuhan yang berkepanjangan.

Hanya melalui pengorbanan dan kematian Yesus Kristus di atas kayu salib, manusia dapat dilepaskan dan bebas dari cengkeraman dan belenggu dosa.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s