Bergaul Dengan Allah

Bacaan hari ini: Kejadian 5:6-32
“Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” (Kejadian 5:24)

Semua manusia, tanpa terkecuali, pada akhirnya pasti akan mengalami yang namanya kematian. Tidak ada manusia yang dapat hidup selama-lamanya. Manusia berusaha menemukan obat untuk berbagai penyakit dengan harapan bisa memperpanjang usia hidup seseorang. Namun tetap saja hal itu tidak akan dapat meluputkan manusia dari kematian.

Silsilah dalam Alkitab seringkali mencantumkan usia hidup seseorang. Manusia pada masa-masa awal setelah penciptaan memiliki usia hidup yang relatif panjang jika dibanding dengan usia hidup orang-orang zaman sekarang. Namun yang menentukan kualitas hidup seseorang bukanlah berapa lama ia hidup, melainkan bagaimana ia menjalani kehidupannya di dunia ini. Kejadian 5 mencatat daftar keturunan Set yang dianggap sebagai pengganti Habel. Kontras dengan keturunan Kain yang adalah orang-orang berdosa, dari keturunan Set bermunculan orang-orang yang hidup saleh dan beribadah kepada Tuhan. Salah seorang keturunan Set yang disebut dalam silsilah ini adalah Henokh. Semasa hidupnya di dunia, Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Namun yang membuat Henokh istimewa bukanlah usianya yang panjang, melainkan karena Alkitab mencatat bahwa ia tidak mengalami kematian.

Henokh tidak mengalami kematian sebab Allah mengangkatnya sebelum ia mati. Semasa hidupnya, Henokh hidup bergaul dengan Allah. Secara harafiah, hidup bergaul dengan Allah berarti berjalan bersama Allah. Henokh menjalani kesehariannya dengan menyadari bahwa Allah ada di sisinya. Dia menjaga hidupnya, sesuai dengan kehendak Tuhan. Itu membuatnya menjadi orang yang berkenan pada Tuhan (Ibr. 11:5).

Selama tiga abad kehidupannya, Henokh melibatkan Allah dalam setiap apa yang ia lakukan. Tiga ratus tahun bukan waktu yang singkat bagi kita manusia. Kita tidak akan pernah dapat mencapai umur tiga ratus tahun, namun pertanyaannya adalah: seberapa pun umur kita nanti, apakah kita bisa menghabiskan sisa hidup kita di dunia ini berjalan bersama Allah?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s