Hukuman dan Kemurahan Allah

Bacaan hari ini: Kejadian 6:9-22
“Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya…” (Kejadian 6:22)

Kisah air bah merupakan suatu peringatan bagi umat manusia yang memberontak melawan Allah yang kudus, yang menganggap remeh atau sepi akan keadilan Allah. Mereka mengira Allah tidak melihat segala kekerasan hati mereka, yang haus dan lapar untuk selalu berbuat dosa.

Sesungguhnya Allah melihat kedalaman hati manusia. Tidak ada satupun yang tersembunyi dari hadapan Allah. Ia tahu kecenderungan hati manusia yang selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Apapun yang manusia lakukan di tempat-tempat tersembunyi pun Allah melihatnya. Firman Tuhan dalam Yeremia 16:17 berkata: “Sebab Aku mengamat-amati segala tingkah langkah mereka; semuanya itu tidak tersembunyi dari pandangan-Ku, dan kesalahan mereka pun tidak terlindung di depan mata-Ku.” Apakah manusia dapat bersembunyi dari Tuhan yang Mahatahu?

Penulis Amsal 15:3 juga mengatakan: “Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” Kejahatan manusia akan selalu membangkitkan murka Tuhan atasnya. Karena itu, Paulus menasihatkan agar perbuatan-perbuatan jahat tidak dilakukan. “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]” (Kolose 3:5-6). Tuhan itu kudus dan tidak akan meluputkan orang yang berbuat kejahatan dan dosa di hadapan-Nya.

Namun, di tengah-tengah hukuman yang dinyatakan dalam wujud air bah itu, Allah masih menyatakan kemurahan-Nya. Ia mengadakan perjanjian dengan Nuh dan keluarganya. Nuh mendapat kasih karunia dari Allah, karena ia adalah seorang yang benar di antara orang sezamannya, dan ia hidup bergaul dengan Allah. Bagaimana dengan kita? Apakah kita akan bermain-main dengan dosa, seolah-olah Dia tidak mengetahui perbuatan kita? Jangan biarkan dosa menghancurkan kita. Marilah berbalik dari yang jahat menuju pada ketaatan akan Allah, seperti Nuh yang setia kepada-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s